History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pelajar Taiwan Harumkan Nama Bangsa di AWMUN, Perkenalkan Demokrasi ke Dunia

  • 22 February, 2025
  • 許秀玉
Pelajar Taiwan Harumkan Nama Bangsa di AWMUN, Perkenalkan Demokrasi ke Dunia
Pelajar Taiwan Harumkan Nama Bangsa di AWMUN, Perkenalkan Demokrasi ke Dunia / foto: CNA

 (Taiwan, ROC)-- "Simulasi Sidang PBB Asia" (Asia World Model United Nations, AWMUN) ke-10 ditutup pada 17 Februari di Malaysia. Dalam konferensi tersebut, Perwakilan Taiwan Wang Yong-zheng (王雍錚) tidak hanya memperkenalkan ciri khas Taiwan dan pencapaian demokrasinya, tetapi juga mengangkat bendera Taiwan saat pembukaan, sehingga para pemuda dari berbagai negara yang hadir dapat mengenal Taiwan.

AWMUN ke-10 berlangsung di Kuala Lumpur dari 14 hingga 17 Februari,  dan diikuti oleh perwakilan muda dari 27 negara di seluruh dunia yang berkumpul untuk mengikuti simulasi sidang PBB.

Wang Yong-zheng, siswi dari Taipei Experimental Education Center for Innovation and Development (TEECID) yang terpilih sebagai peserta, mengatakan bahwa ia merasa senang bisa mewakili Taiwan dalam kegiatan simulasi PBB ini. Ia berharap melalui ajang internasional ini, para peserta muda dari berbagai negara dapat mengenal Taiwan, terutama pencapaian Taiwan dalam demokrasi. Saat menghadiri acara tersebut, Ia juga mengenakan pakaian tradisional Taiwan dan memakai aksesori bunga plum, yang merupakan bunga nasional Taiwan.

Dalam sesi diskusi kelompok yang membahas isu lingkungan, Wang Yong-zheng mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan kepada perwakilan negara-negara lain. Ia menyoroti bahwa meskipun penggunaan kendaraan listrik dapat mengurangi emisi karbon, limbah baterai lithium yang dihasilkan menimbulkan tantangan lingkungan yang semakin serius. Ia menambahkan bahwa sejak 2019, masalah ini telah menyebabkan kerusakan lingkungan dan kerugian ekonomi yang signifikan.

Para pemerhati kegiatan simulasi sidang PBB menegaskan bahwa seiring dengan perubahan geopolitik dan dinamika internasional, generasi muda perlu lebih aktif terlibat dalam isu-isu global. Melalui simulasi ini, peserta dapat memahami mekanisme kerja diplomasi internasional; mengasah kemampuan analisis, debat dan berpikir kritis terhadap isu-isu global, seperti energi, lingkungan, dan sengketa regional; serta memperluas wawasan internasional mereka.

Acara ini juga mendapat perhatian dari berbagai perwakilan diplomatik. Beberapa kedutaan besar dari negara-negara seperti Afrika Selatan, Sri Lanka, Peru, dan Somalia turut menghadiri kegiatan tersebut.

Komentar

Terbarumore