(Taiwan, ROC) --- Seorang wanita bermarga Zhang (張姓) di Kaohsiung menjual rumahnya dengan menyembunyikan fakta bahwa kakaknya meninggal karena kebakaran (kematian tidak wajar (insiden)), sehingga menipu agen properti dan pihak pembeli.
Setelah membayar NT$9 juta, pembeli baru mengetahui dari tetangga bahwa rumah tersebut adalah rumah angker, dan marah besar hingga mengajukan tuntutan penipuan.
Pengadilan tingkat pertama menghukum Zhang dengan 6 bulan penjara, tetapi karena dia tidak kunjung memberikan kompensasi, maka pengadilan tingkat kedua memperberat hukumannya menjadi 1 tahun.
Rumah yang dibeli adalah bangunan berlantai tiga berwarna merah bata dengan lantai tambahan di atap, memiliki ruang yang luas. Tiga tahun lalu, begitu diiklankan, rumah ini langsung mendapatkan pembeli.
Namun sayangnya, karena pemilik sebelumnya, yakni Zhang, tidak memberitahu kalau di rumah itu pernah terjadi insiden kematian tidak wajar, maka pihak pembeli pun mengajukan tuntutan penipuan.
Pengadilan menjatuhkan hukuman 6 bulan, tapi Zhang menolak bernegosiasi untuk membayar kompensasi. Pengadilan tinggi menganggap, sebagai lulusan S2 (master), Zhang seharusnya bisa membedakan apakah itu termasuk rumah angker, sehingga hukumannya pun diperberat menjadi 1 tahun penjara.
Selain itu, selisih harga yang didapat dari menyembunyikan fakta rumah angker sebesar lebih dari NT$1 juta juga harus dikembalikan.
Zhang juga dianggap menipu agen properti dengan menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa rumah tersebut tidak bermasalah dan menekankan tidak ada catatan kematian tidak wajar (alami).
Agen properti telah menanyakan ke kantor polisi dan tetangga tetapi tidak mendapat informasi pasti, sehingga pembeli sama sekali tidak mengetahui fakta tersebut.
Untuk memastikan apakah rumah tersebut angker, agen properti berkali-kali bertanya dan mengkonfirmasi kembali sebelum serah terima dilakukan.
Dalam pernyataan sebelumnya, Zhang menyampaikan bahwa ayahnya meninggal karena sakit. Ia juga mengisyaratkan bahwa kakaknya meninggal di rumah sakit karena kondisi kesehatan yang kurang baik, dan sama sekali tidak menyebutkan bahwa kakaknya sebenarnya meninggal karena luka bakar akibat insiden kebakaran.

Setelah membayar NT$9 juta, pembeli baru mengetahui dari tetangga bahwa rumah tersebut adalah rumah angker, dan marah besar hingga mengajukan tuntutan penipuan. 圖: EBC
Faktanya, insiden kebakaran pernah terjadi di rumah bersangkutan pada tahun 2020. Zhang kemudian mulai menjual rumahnya pada bulan April tahun berikutnya, dan transaksi selesai di bulan Mei.
Serah terima dengan pemilik baru dilakukan pada bulan Juli, dan pemilik baru mengetahui dari tetangga di bulan September bahwa rumah tersebut pernah terjadi insiden yang mengakibatkan kematian tidak wajar.
"Meski harga sudah naik 30%, tapi rumah angker biasanya dijual setengah harga di pasaran, jadi pembeli tetap rugi," demikian terang salah satu penggiat properti di Taiwan.
Meskipun harga properti naik dalam beberapa tahun terakhir, tetapi rumah yang dibeli dengan harga NT$9 tersebut, hanya bisa dijual sekitar NT$6 juta saat ini, karena statusnya sebagai rumah angker.
Selain itu, rumah angker tidak bisa mengajukan pinjaman bank dan sulit dijual dalam waktu singkat. Setelah membeli rumah, pemilik baru langsung rugi jutaan NT$ begitu melakukan balik nama.
Dan karena statusnya adalah rumah angker, maka mereka sama sekali tidak berani tinggal di sana.