History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Balita Makau yang Terluka Parah dalam Ledakan Gas Shin Kong Mitsukoshi Masih dalam Kondisi Kritis

  • 14 February, 2025
  • 陳柏萇
Balita Makau yang Terluka Parah dalam Ledakan Gas Shin Kong Mitsukoshi Masih dalam Kondisi Kritis
Balita Makau yang Terluka Parah dalam Ledakan Gas Shin Kong Mitsukoshi Masih dalam Kondisi Kritis

(Taiwan, ROC) – Insiden ledakan gas di pusat perbelanjaan Shin Kong Mitsukoshi, Taichung, menyebabkan 4 orang tewas dan 34 lainnya mengalami luka-luka, baik yang ringan maupun yang berat.

Di antara para korban, terdapat satu keluarga wisatawan asal Makau yang terdiri dari tujuh orang yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Ledakan tersebut menyebabkan 2 orang dari keluarga tersebut meninggal dunia dan 5 lainnya luka-luka, termasuk seorang balita perempuan yang berusia 2 tahun dilaporkan mengalami luka parah dan saat ini tengah dirawat di RS Anak Universitas Kedokteran Tiongkok.

Direktur Bedah Saraf di RS Anak Universitas Kedokteran Tiongkok Zheng Yu-kai (鄭宇凱) dalam sebuah wawancara pada pagi hari ini (14/2), menjelaskan bahwa saat balita perempuan tersebut tiba di rumah sakit, dirinya mengalami cedera kepala parah dengan kondisi otak yang membengkak, patah tulang tengkorak, dan koma berat.

Tim medis pun bergegas melakukan operasi darurat, dan saat ini pasien dirawat di ruang perawatan intensif (ICU) dengan tanda-tanda vital yang stabil. Namun, Skala Koma Glasgow (GCS) nya masih di angka 3. Dokter pun mengkhawatirkan akan kemungkinan pembengkakan otak yang berkelanjutan serta risiko kekurangan oksigen dan aliran darah ke otak. Cedera otak serius seperti ini membutuhkan waktu pemulihan yang cukup panjang dan upaya medis yang berkelanjutan.

Wakil Direktur RS Anak Universitas Kedokteran Tiongkok, Zhou Yi-qing (周宜卿) menambahkan bahwa otak merupakan pusat kendali kehidupan, dan dalam kasus ini, balita perempuan tersebut mengalami benturan hebat di bagian otaknya. Dirinya menjelaskan bahwa otak anak-anak masih sangat rapuh, “ibarat batu menghantam tahu” yang menggambarkan betapa parahnya cedera yang dialami sang balita.

Saat ini, balita tersebut harus bergantung pada alat bantu pernapasan untuk mempertahankan hidupnya. Selama operasi, tim medis juga harus melakukan tranfusi darah untuk menstabilkan kondisinya.

Zhou Yi-qing (周宜卿) menyatakan bahwa meskipun balita tersebut telah menjalani operasi kraniotomi dekompresi, karena cedera yang sangat parah, penurunan tekanan di otaknya menjadi hal yang sangat sulit. Waktu pemantauan ke depan pun sulit diprediksi, dan prognosis kondisi balita tersebut masih belum dapat dipastikan.

Minggu ini menjadi periode yang krusial, karena pembengkakan otak yang terus berlanjut dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel otak, yang pada akhirnya dapat merusak jaringan saraf dan memengaruhi prognosis pemulihannya.

Zhou Yi-qing (周宜卿) menegaskan, saat mereka menerima informasi tentang rencana pemindahan balita tersebut ke RS, tim medis segera mempersiapkan diri dengan serius karena mereka mengetahui ini bukanlah kasus biasa. Pasien dan keluarganya merupakan wisatawan asing, sehingga selain memberikan bantuan medis, pihak RS juga akan melibatkan layanan sosial untuk memberikan dukungan dan bantuan terkait kepada keluarga korban.

Komentar

Terbarumore