(Taiwan, ROC) – Sejak situs web “Papan Pandu Anti Penipuan 165” dari Ditjen Kepolisian Kementerian Dalam Negeri diluncurkan akhir tahun 2024 lalu, hingga saat ini telah terkumpul lebih dari 20.000 kasus dengan lebih dari 44.000 kunjungan ke situs web tersebut. Untuk menjadikan gerakan anti penipuan ini sebagai gerakan nasional, Biro Investigasi Kriminal (CIB) mengadakan konferensi pers pada 13 untuk menjelaskan konten pengoptimalan terbaru dari papan pandu anti-penipuan 165, berbagi tren penipuan terkini, termasuk hasil anti penipuan. Konferensi pers ini secara khusus mengundan pembawa acara terkenal Bai Jia-li (白嘉莉) dan moderator “Aliansi Anti-Penipuan” Andy Chen (陳安迪), mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran akan pencegahan penipuan melalui pengalaman dan pengamatan mereka sendiri.
Biro Investigasi Kriminal (CIB) menggelar jumpa pers pada 13 Februari, mengemukakan, bahwa berdasarkan data statistik situs papan pandu Anti Penipuan 165 pada Januari 2025, total telah diterima 13.120 kasus penipuan dengan kerugian finansial lebih dari NT$9,5 miliar, masing-masing turun 26,2% dan 23,2% dari bulan sebelumnya. Lima jenis penipuan teratas adalah; investasi bodong, belanja daring, oknum pembeli yang menipu penjual, kencan, dan pemberitahuan mendapat hadiah.
Kepala CIB, Chou You-wei (周幼偉) mengimbau masyarakat untuk bekerja sama secara aktif dalam penyelidikan setelah menerima laporan polisi, guna membantu indentifikasi orang yang melakukan penipuan. Ia menekankan, bahwa banyak korban yang terpengaruh dengan retorika kelompok penipu tersebut dan tidak mau percaya bahwa mereka telah ditipu, sehingga mengakibatkan kerugian harta benda yang lebih besar. Untuk itu, pemerintah pun membentuk “kelompok konsultasi anti-penipuan” untuk memperkuat persuasi tingkat psikologis dan analisis pengalaman korban, serta memperkuat operasi anti penipuan. Chou You-wei mengatakan, “20 Januari tahun ini, kelompok konsultasi anti-penipuan dibentuk. Kelompok ini memperkuat persuasi dari perspektif psikologis dan proses penipuan, yang merupakan pekerjaan terpenting kami tahun ini. Di saat yang sama, kami juga berharap masyarakat dapat bekerja sama, bersama-sama melakukan investigasi menyeluruh terhadap penggerak ini, dengan harapan dapat menekan kerugian finansial yang disebabkan oleh penipuan dalam waktu singkat.”
Kepala Pusat Pencegahan Kejahatan Penipuan, Lin Keng-yu (林耕宇) menyampaikan, bahwa berdasarkan statistik terbaru dari Pusat Anti Penipuan menunjukkan, bahwa jumlah kasus penipuan secara nasional di bulan Januari 2025 adalah 13.120, dengan peningkatan terbesar jumlah kasus yang diterima di Kabupaten Penghu dan peningkatan jumlah kerugian finansial tertinggi di Kabupaten Yilan. Ia menyampaikan, bahwa modus investasi palsu awalnya menarik korban melalui iklan di media sosial, kemudian membangun kepercayaan dan ilusi keuntungan, hingga meminta biaya penanganan yang tinggi sehingga mengakibatkan harta korban terkuras.
Lin Keng-yu menyampaikan, untuk meningkatkan kemampuan anti-penipuan, papan pandu anti-penipuan 165 baru-baru ini ditingkatkan dan fungsi pencarian kata kunci baru ditambahkan, memungkinkan masyarakat mencari sendiri ID Line atau situs web investasi yang mencurigakan. Selain itu, platform ini juga menyediakan ilustrasi anti penipuan, komik 4 bingkat, dan unduhan wallpaper untuk meningkatkan kesadaran publik melalui metode grafis. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk lebih banyak memanfaatkan platform informasi anti penipuan 165 untuk memverifikasi informasi dengan cepat dan menghindari penipuan.
Pembawa acara Bai Jia-li secara pribadi berbagi pengalamannya terkait penipuan, dimana kelompok penipu menyamar sebagai tokoh masyarakat untuk merekrut korban di media sosial dan menggunakan teknologi AI untuk menyamar sebagai asisten guna menarik korban menginvestasikan uangnya, yang berakhir dengan kerugian finansial. Bai Jia-li menegaskan, banyak korban yang terjerumus setelah meraup untuk dalam waktu singkat. Ia mengimbau masyarakat untuk segera menghubungi hotline 165 untuk meminta bantuan jika menemukan pesan mencurigakan agar terhindar dari jebakan penipuan.