(Taiwan, ROC) --- Selama libur Tahun Baru Imlek, klinik di berbagai institusi medis di Taiwan tutup tidak beroperasi. Ditambah dengan wabah flu dan diare yang merebak bersamaan, keduanya memecahkan rekor kunjungan tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Hal ini menyebabkan ruang gawat darurat di banyak rumah sakit di seluruh Taiwan menjadi sangat padat. Salah satunya adalah Rumah Sakit Shin Kong yang diberitakan masih sangat penuh pada Selasa kemarin (11/2), dengan tempat tidur pasien yang memenuhi lobi dan koridor.
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menyatakan akan membahas peningkatan tambahan biaya untuk layanan gawat darurat.
Menurut statistic MOHW per Senin (10/2), jumlah orang yang menunggu rawat inap di Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan telah turun di bawah 100 orang, tidak ada yang menunggu, dan tidak ada laporan kelebihan kapasitas.
Namun, arus pasien di pusat-pusat medis lainnya di Taipei dan New Taipei belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Rumah Sakit Mackay Taipei masih memiliki 67 orang yang tengah menunggu rawat inap, Rumah Sakit Shin Kong memiliki 44 orang yang menunggu rawat inap dan 9 orang menunggu brankar*.
Sedangkan Rumah Sakit Far Eastern memiliki 57 orang menunggu rawat inap, 32 orang menunggu brankar, dan 5 orang menunggu unit perawatan intensif.
*Brankar adalah alat untuk memindahkan pasien yang mengalami ketidakmampuan, keterbatasan, tidak boleh melakukan sendiri, ataupun tidak sadar dari tempat tidur ke brankar yang dilakukan oleh dua atau tiga orang perawat.
Wakil Kepala Biro Urusan Medis MOHW, Liu Yu-ching (劉玉菁), menyatakan bahwa beban rumah sakit memang biasanya lebih berat selama Tahun Baru Imlek, tetapi situasi tahun ini jelas lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini diduga terkait dengan wabah flu dan norovirus yang masih dalam masa penyebaran. Menurut pemantauan Taiwan CDC (Centers for Disease Control), kunjungan gawat darurat terkait diare minggu lalu mencapai 302.644 kasus, mencatatkan rekor tertinggi dalam periode yang sama selama 10 tahun terakhir.
Tidak hanya di wilayah utara Taiwan, pos gawat darurat Rumah Sakit Changhua Christian di Shuili mengalami peningkatan drastis jumlah pasien selama periode Tahun Baru Imlek tahun ini, meningkat hingga 5 kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, membuat tim medis menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Liu Yu-ching menyatakan bahwa MOHW telah mengundang pusat-pusat medis di seluruh Taiwan dan dinas kesehatan daerah untuk memahami situasi yang ada. Jika diperlukan, maka mereka akan saling berkoordinasi dan memberikan dukungan.
Tahun ini, Biro Asuransi Kesehatan Nasional (NHI) juga memberikan tambahan pembayaran untuk klinik yang tetap beroperasi selama periode Tahun Baru Imlek. Ke depannya, akan dibahas kemungkinan untuk meningkatkan tambahan pembayaran atau mengaktifkan langkah-langkah terkait lebih awal.