History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jika Trump Kenakan Tarif pada TSMC, Pakar: Dampak pada Ekonomi Taiwan dan Mendorong Bank Sentral Turunkan Suku Bunga

  • 11 February, 2025
  • 曾秀情
Jika Trump Kenakan Tarif pada TSMC, Pakar: Dampak pada Ekonomi Taiwan dan Mendorong Bank Sentral Turunkan Suku Bunga
Taiwan TSMC

(Taiwan, ROC) -- Kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump, kini menargetkan chip semikonduktor. Ia sempat mengumumkan akan mengenakan tarif 100% pada perusahaan TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company). Para ahli berpendapat, meskipun situasi masih belum jelas, tetapi surplus perdagangan Taiwan dengan AS pada tahun lalu telah melampaui angka US$60 miliar. Jika kebijakan tarif Donald Trump benar-benar menghantam Taiwan, maka hal ini bisa berdampak pada ekonomi nasional dan mungkin mendorong Bank Sentral untuk memulai siklus penurunan suku bunga guna menstimulasi perkembangan ekonomi.

Akibat restrukturisasi rantai pasokan global dalam beberapa tahun terakhir dan munculnya gelombang AI, maka hal ini juga telah mengubah peta ekspor Taiwan ke dua negara besar, yakni AS dan Tiongkok. Menurut statistik Kementerian Keuangan (MOF), ekspor Taiwan ke AS pada tahun 2024 mencapai US$111,3 miliar, dengan surplus mencapai US$64,8 miliar, mencatat rekor tertinggi baru. Kepala Research Center for Taiwan Economic Development (RCTED), Wu Da-ren (吳大任), menunjukkan bahwa saat ini, kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump sangat jelas, yaitu akan mengenakan tarif tambahan pada negara-negara yang memiliki surplus terlalu tinggi dengan AS.

Ketika perang dagang AS dengan Tiongkok dimulai pada 2018 silam, ekspor Tiongkok ke AS mencapai lebih dari US$500 miliar, dengan surplus mencapai lebih dari US$400 miliar. Saat itu ekspor Taiwan ke AS hanya sekitar US$40 miliar dengan surplus sekitar US$10 miliar, sehingga tidak menarik perhatian khusus. 

Namun setelah pandemi COVID-19, rantai pasokan berpindah, ekspor Taiwan ke AS telah melampaui US$110 miliar dengan surplus melebihi US$60 miliar. Jumlah surplus ini hampir sama dengan surplus Kanada terhadap AS. Donald Trump juga menyebut industri chip Taiwan telah mengambil alih bisnis AS, oleh karena itu, Taiwan berkemungkinan besar akan dikenakan tarif tambahan oleh AS.

Wu Da-ren juga berpendapat, jika Donald Trump benar-benar mengenakan tarif tambahan terhadap Taiwan, maka hal ini bisa berdampak pada ekonomi nasional dan mungkin mendorong Bank Sentral untuk memulai siklus penurunan suku bunga guna menstimulasi perkembangan ekonomi. Wu Da-ren mengatakan, "Kemungkinan di semester pertama, tingkat tarif Donald Trump terhadap Taiwan sudah dapat dipastikan, sehingga dampaknya baru akan terlihat pada semester kedua. Oleh karena itu, kebijakan moneter Bank Sentral mungkin perlu melihat dampak yang ditimbulkan setelah pengenaan tarif tersebut. Jika dampaknya benar-benar besar, maka Taiwan mungkin perlu menstimulasi ekonomi, dan tentu saja Bank Sentral mungkin akan mulai menurunkan suku bunga untuk menstimulasi ekonomi."

Para akademisi juga menunjukkan bahwa rentang harga domestik di dalam Taiwan saat ini masih relatif stabil. Meskipun belum kembali di bawah garis 2%, tetapi sudah sangat mendekati. Oleh karena itu, tantangan terbesar bagi Bank Sentral ke depannya, akan beralih ke pertumbuhan ekonomi Taiwan, terutama ekspor, mengingat kontribusinya terhadap total GDP Taiwan telah mencapai hampir 70%. Kebijakan moneter Bank Sentral di masa mendatang akan beralih ke dampak kebijakan tarif AS terhadap ekonomi Taiwan secara menyeluruh.

Komentar

Terbarumore