History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Industri Ini di Taiwan Mengalami Gelombang Kebangkrutan, 80% Merugi, 12.000 Orang Terancam Kehilangan Pekerjaan

  • 11 February, 2025
  • 尤繼富
Industri Ini di Taiwan Mengalami Gelombang Kebangkrutan, 80% Merugi, 12.000 Orang Terancam Kehilangan Pekerjaan
Industri Ini di Taiwan Mengalami Gelombang Kebangkrutan, 80% Merugi, 12.000 Orang Terancam Kehilangan Pekerjaan 圖/YAHOO 台灣

(Taiwan, ROC) --- Industri broker properti di Taiwan menghadapi masa-masa lesu! Terdampak oleh lemahnya pasar properti Taiwan, membuat broker properti menghadapi kesulitan operasional, dengan 80% agen broker mengalami kerugian dan 20% terancam bangkrut.

Pelaku industri mengungkapkan, banyak broker properti yang terlalu cepat melakukan ekspansi saat pasar sedang booming, dan sekarang dengan turunnya minat pembeli secara drastis menyebabkan masalah perputaran modal, sehingga terpaksa menutup usaha.

Dilansir dari Mirror Media, pelaku usaha mengungkapkan bahwa broker properti melakukan ekspansi terlalu cepat saat pasar properti sedang dalam masa kejayaan, dan sekarang dengan menurunnya minat pembeli, mereka terpaksa tutup.

Contohnya, sebuah agen broker ternama di Distrik Nantun, Kota Taichung, yang baru saja menghabiskan ratusan ribu NT$ untuk merenovasi kantor mereka tahun lalu, dan tak disangka volume transaksi terus menurun, sehingga terpaksa dijual.

Agen broker lain yang terletak di area sibuk dekat SMA Wenhua di Taichung juga terpaksa dijual karena beban sewa yang terlalu tinggi dan penurunan volume transaksi setelah kebijakan kontrol kredit properti 919 diberlakukan pemerintah.

全台房仲營收曝光!年增45%創十年新高嘉義暴增2倍房市超熱

Industri broker properti di Taiwan menghadapi masa-masa lesu 圖:YAHOONEWS

Salah satu franchise kenamaan yang bergelut di bisnis jual beli properti di Taiwan,  broker besar Eastern Realty mengumumkan penutupan 6 cabang mereka di Kaohsiung pada akhir 2023, dan memberhentikan ratusan karyawan. 

Seorang staf broker dari Eastern Realty mengungkapkan bahwa kebijakan pengendalian properti pemerintah telah menyebabkan penurunan kinerja yang terus-menerus, sehingga semua orang terpaksa meninggalkan industri ini.

Mengutip Storm Media, Ketua Chinese Association of Real Estate Brokers (CAREB), Wang Jui-chi (王瑞祺) memprediksi bahwa industri broker properti akan menghadapi tiga tahap ujian.

Tahap pertama adalah gelombang penjualan cabang, di wilayah Kaohsiung dari 400 hingga 500 broker properti, sekitar 10%nya sudah mencari pembeli untuk mengambil alih.

Tahap kedua adalah gelombang konsolidasi dan penutupan toko yang akan terjadi setelah Tahun Baru Imlek hingga akhir Maret. Sedangkan tahap ketiga adalah gelombang kebangkrutan broker properti skala besar.

Dikhawatirkan bahwa volume transaksi properti tahun ini bisa jatuh di bawah 290.000 unit. Dengan kata lain, akan ada 20% cabang broker yang akan hengkang dari pasar, yang mengakibatkan sekitar 1.800 toko broker tutup dan mempengaruhi mata pencaharian 12.000 pekerja.

Komentar

Terbarumore