History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Sekolah Segera Dibuka Kembali, Ormas Minta Pemerintah Meninjau Kembali Perbaikan Keselamatan Jalan Menuju Sekolah

  • 10 February, 2025
  • 陳志勇
Sekolah Segera Dibuka Kembali, Ormas Minta Pemerintah Meninjau Kembali Perbaikan Keselamatan Jalan Menuju Sekolah
Yayasan Keselamatan Anak Ching Chuan dan legislator DPP Lin Yue-chin, bersama sembilan lembaga swadaya masyarakat yang terlibat dalam reformasi transportasi, mengadakan konferensi pers pada tanggal 10, menyerukan pemerintah untuk secara aktif meningkatkan keselamatan jalan menuju sekolah di sekitar kampus. (Foto: Rti/鄭佑漢)

(Taiwan, ROC) - Menjelang segera dimulainya semester baru pada tanggal 11 di sekolah dasar dan menengah di seluruh negeri, Yayasan Keselamatan Anak Jing Chuan bersama legislator Partai Progresif Demokratik Lin Yueh-chin (林月琴) dan sembilan organisasi reformasi transportasi nonpemerintah bersama-sama mengadakan konferensi pers pada tanggal 10, meminta Badan Pengelolaan Lahan Nasional (NLMA) di bawah Kementerian Dalam Negeri (MoI) untuk meninjau kembali hasil pelaksanaan rencana perbaikan lingkungan transportasi menuju sekolah. 

Menurut hasil penelitian Yayasan Jing Chuan, meskipun pemerintah telah menginvestasikan hampir NT$4,8 miliar untuk memperbaiki jalan di sekitar kampus, inspeksi 19 sekolah di enam kota besar menemukan bahwa semuanya tidak memenuhi standar, yang menunjukkan bahwa hasil perbaikan tidak signifikan dan jalan menuju sekolah bagi siswa masih penuh dengan krisis.

Lin Yue-chin mengatakan bahwa pemerintah mulai mempromosikan "Rencana Peningkatan Keselamatan Pejalan Kaki yang Berkelanjutan" pada tahun 2024, mengalokasikan dana sebesar NT$40 miliar selama empat tahun untuk meningkatkan keselamatan jalan menuju sekolah di 320 sekolah dasar serta sekolah menengah pertama dan atas di seluruh Taiwan. Namun, pemeriksaan swasta menunjukkan bahwa sebagian besar proyek yang telah diselesaikan masih gagal memenuhi standar minimum untuk melindungi keselamatan anak sekolah.

Lin Yue-chin menekankan bahwa NLMA harus meninjau titik buta pelaksanaan rencana tersebut, mendefinisikan dengan jelas lingkungan jalan aman menuju sekolah yang ideal, dan menyesuaikan kembali standar peninjauan proyek.

Lin mengatakan, "Seharusnya itu merupakan gabungan dari semua titik, garis, dan medan sekolah, bukan hanya sekadar memperbaiki area di sekitar sekolah, misalnya sistem trotoar untuk pejalan kaki di sekitar sekolah sudah selesai dibangun, tapi tidak ada jalan (yang aman) setelah meninggalkan kampus. Pada akhirnya, keluarga terpaksa datang menjemput dengan mobil atau sepeda motor. Oleh karena itu, saya ingin meminta NLMA untuk meninjau titik-titik buta dalam pelaksanaan rencana tersebut dan mendefinisikan seperti apa lingkungan aman menuju sekolah yang ideal. Lingkungan ini seharusnya bukan sekadar sistem pejalan kaki di sekitar tembok sekolah."

Direktur eksekutif Yayasan Ching Chuan, Hsu Ya-jen (許雅荏) mengemukakan, penurunan angka kelahiran serius di Taiwan tidak menyebabkan berkurangnya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak.

Hsu mengutip data dari platform keselamatan jalan raya yang menunjukkan, 1.233 anak terlibat dalam kecelakaan lalu lintas pejalan kaki dari Januari hingga November 2024, yang menunjukkan bahwa isu keselamatan jalan menuju sekolah sangat mendesak. 

Menurut Hsu, pemerintah telah menginvestasikan sejumlah besar uang untuk memperbaiki jalan di sekitar kampus, tapi hasil inspeksi menunjukkan bahwa kualitas proyek tidak merata, dan siswa masih harus bersekolah di lingkungan penuh risiko di mana orang dan kendaraan bersaing untuk mendapatkan jalan.

Hsu mengusulkan, untuk meningkatkan keselamatan perjalanan pulang pergi sekolah secara efektif, pemerintah harus memulai dari desain dasar jalan, termasuk mengurangi jalur, menambah ruang pejalan kaki dan penerangan, memperlebar trotoar pejalan kaki, dan memperkuat fasilitas perlambatan kendaraan untuk memastikan pejalan kaki dan kendaraan dapat saling melihat. 

Hsu Ya-jen menekankan bahwa lingkungan yang aman untuk pergi ke sekolah merupakan hak dasar anak-anak. Jika pemerintah gagal memperbaiki situasi saat ini, budaya menjemput anak akan semakin parah.

Komentar

Terbarumore