(Taiwan, ROC) --- Destinasi wisata terkenal Yunani, Pulau Santorini, terus mengalami gempa dalam beberapa hari terakhir. Hingga 4 Februari 2025, telah terjadi sekitar 7.700 gempa dalam 10 hari, dan masih terus berlanjut.
Pada Rabu malam (5/2), terjadi gempa dengan magnitudo 5,2SR, yang merupakan gempa terbesar dalam seminggu terakhir. Beberapa jam kemudian, pemerintah Yunani mengumumkan status darurat untuk Pulau Santorini.
Menurut laporan dari surat kabar Yunani Ekathimerini, Associated Press, dan The Guardian, sejak 26 Januari hingga 4 Februari 2025, telah terjadi lebih dari 7.700 gempa di zona gempa Santorini Amorgos, dengan 6.100 di antaranya memiliki magnitudo di atas 1SR.
Pada Rabu (5/2), terjadi gempa dengan magnitudo 5,2SR, dan Departemen Pertahanan Sipil Yunani kemudian mengumumkan status darurat untuk Pulau Santorini yang akan berlaku hingga 1 Maret 2025.
Otoritas Yunani telah mengirim tim penyelamat untuk bersiaga di lahan terbuka di Pulau Santorini sebagai tindakan pencegahan pada Senin (3/2). Status darurat memungkinkan berbagai unit untuk memobilisasi sumber daya dengan lebih cepat.
Juru bicara pemerintah Yunani, Pavlos Marinakis, mengkonfirmasi bahwa setelah pengumuman status darurat, pemadam kebakaran, polisi, penjaga pantai, militer, dan unit layanan darurat segera mengirim tambahan personel dan peralatan khusus ke Santorini dan pulau-pulau sekitarnya.
Para ahli menyatakan bahwa rangkaian gempa ini tidak terkait dengan gunung berapi Santorini, melainkan gempa tektonik yang disebabkan oleh aktivitas lempeng. Namun demikian, tidak bisa dipastikan apakah gempa yang sering terjadi ini akan memicu gempa yang lebih kuat.

Beberapa jam setelah gempa 5,2SR, pemerintah Yunani mengumumkan status darurat untuk Pulau Santorini. 圖:REUTERS
Ahli gempa dari Observatorium Nasional Athena, Vassilis K. Karastathis, menyatakan, "Saat ini belum bisa dikatakan ada bukti bahwa gempa semakin membesar, dan juga tidak terlihat tanda-tanda berkurang atau melemahnya gempa."
Pusat gempa ini terkonsentrasi di dasar laut antara Pulau Santorini, Pulau Anafi, Pulau Ios, dan Pulau Amorgos, dengan area distribusi pusat gempa yang terus meluas.
Para ahli mengatakan, setidaknya pusat gempa yang berada di bawah air merupakan kabar baik, dibandingkan dengan pusat gempa di lapisan batuan daratan. Pusat gempa di dasar laut memiliki kemungkinan lebih kecil untuk menyebabkan kerusakan besar di daerah tersebut.
Selain mengirim generator ke Santorini, unit layanan darurat Yunani juga mengumumkan akan mengirim pekerja sosial dan psikolog.
Gereja Ortodoks setempat juga menghimbau masyarakat untuk saling membantu selama periode ini.

Hingga 6 Februari 2025, ada lebih dari 12.000 orang telah meninggalkan pulau tersebut melalui kapal atau pesawat.圖:REUTERS
Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis akan mengunjungi Santorini pada Sabtu (8/2) waktu setempat. Pemerintah menekankan bahwa kunjungan ini untuk menunjukkan persatuan nasional, tetapi ada juga yang menganggap hal ini menunjukkan betapa seriusnya situasi tersebut.
Faktanya, gempa bumi bukanlah hal yang langka di Yunani. Namun demikian, di Pulau Santorini, gempa menjadi sangat sering sejak 31 Januari 2025. Meskipun belum ada korban jiwa atau kerusakan properti, tetapi penduduk terus menerima peringatan.
Banyak wisatawan dan pekerja musiman merasa cemas dan memilih untuk mengungsi. Beberapa penduduk lokal juga memutuskan untuk pergi, sementara yang lain tetap tenang menghadapi situasi ini.
Hingga 6 Februari 2025, ada lebih dari 12.000 orang telah meninggalkan pulau tersebut melalui kapal atau pesawat. Maskapai Aegean Airlines bahkan menambah penerbangan ke Athena.
Menurut para ahli, meskipun tidak ada perintah evakuasi resmi dari pemerintah, tetapi situasi ini sudah bisa dianggap sebagai evakuasi massal non-formal.

Menurut para ahli, meskipun tidak ada perintah evakuasi resmi dari pemerintah, tetapi situasi ini sudah bisa dianggap sebagai evakuasi massal non-formal. 圖:REUTERS
Saat ini, Pulau Santorini hampir tidak memiliki wisatawan, yang merupakan situasi yang sangat jarang terjadi.
Meskipun saat ini adalah low season, tetapi Santorini biasanya menerima setidaknya 3 juta pengunjung setiap tahun, bahkan mencapai 3,5 juta pengunjung tahun lalu.
Catherine Wilson, wisatawan Amerika yang baru saja tiba di Athena dari Santorini, mengatakan bahwa setelah gempa berkekuatan 5,2SR pada Rabu malam (5/2), suasana berubah secara signifikan, bahkan pemilik hotel pun merasa gelisah.
Namun, kegelisahan tersebut mungkin juga disebabkan oleh kekhawatiran pemilik hotel akan dampak jangka panjang terhadap pariwisata.