(Taiwan, ROC) --- Situs perjalanan ternama, Vacations & Travel, telah mengumumkan peringkat terbaru perihal 100 kota tujuan wisata terbaik berdasarkan survei Euromonitor International dari Inggris.
Hasilnya, Paris meraih posisi pertama, sementara Taipei berada di peringkat 11, melampaui Seoul, London, Dubai, Berlin, Osaka, Bangkok, dan kota-kota lainnya.
Menurut penilaian terbaru Euromonitor International terhadap kota-kota sibuk di seluruh dunia, Paris menduduki peringkat pertama dan telah mempertahankan gelar kota tujuan terbaik global selama empat tahun berturut-turut.
Di antara 20 kota Asia terpopuler, Tokyo berada di peringkat 3, Singapura di peringkat 9, Taipei di peringkat 11, Seoul di peringkat 12, Osaka di peringkat 16, dan Bangkok di peringkat 17.
Indeks 100 kota tujuan wisata dari Euromonitor International menggunakan standar penilaian komprehensif yang tidak hanya mencerminkan karakter kota, tetapi juga kepraktisannya bagi wisatawan.
Survei Voice of the Consumer: Lifestyles Survey 2024 Key Insights dari Euromonitor International juga menunjukkan bahwa setelah pandemi, perhatian terhadap kesehatan dan keamanan telah menjadi pertimbangan utama bagi para wisatawan.
Peringkat Euromonitor didasarkan pada evaluasi enam faktor kunci terhadap kota-kota dunia, termasuk kinerja ekonomi dan bisnis, performa pariwisata, infrastruktur pariwisata, kebijakan dan daya tarik pariwisata, kesehatan dan keamanan, serta pembangunan berkelanjutan.
Ada netizen yang melihat peringkat ini mengaku terkejut, menuliskan, "Rasanya agak mengejutkan bisa mengalahkan Osaka dan Bangkok."
Namun ada juga netizen yang berpendapat, banyak dari wisatawan dunia jatuh cinta dengan Taiwan dan terus kembali berkunjung, alasan utamanya adalah karena keramahan dan kebaikan orang Taiwan, serta makanan yang lezat.
Survei peringkat kota tujuan wisata terpopuler ini dianalisis secara menyeluruh melalui 55 indikator dari enam faktor kunci.
Situs tersebut menganalisis bahwa meskipun Eropa masih mendominasi peringkat dengan 6 kota yang masuk dalam 10 daftar besar, tetapi penelitian juga menunjukkan bahwa destinasi non-Eropa sedang berkembang secara stabil.