(Taiwan, ROC) – Menurut pemberitaan media “The Paper”, sebanyak 61 korban penipuan di kawasan Myawaddy, Myanmar berhasil diselamatkan pada Kamis kemarin. Pihak Myanmar telah menyerahkan mereka kepada otoritas Thailand di perbatasan Thailand-Myanmar. Dari korban yang diselamatkan, terdapat 39 warga negara RRT, 13 warga India, 1 warga Kazakhstan, 5 warga Indonesia, 1 warga Ethiopia, 1 warga Pakistan, dan 1 warga Malaysia.
Pemerintah Thailand sejak Rabu (5/2) mulai memberantas sindikat penipuan di perbatasan Thailand-Myanmar dengan cara memutus pasokan listrik, internet, dan juga bahan bakar ke beberapa wilayah perbatasan Myanmar. Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan Thailand TYT Phumtham Wechayachai, pada Kamis (6/2) kemarin mengunjungi daerah perbatasan untuk melakukan inspeksi dan menegaskan tekad Thailand dalam memberantas kelompok penipuan tersebut.
Pemimpin RRT Xi Jin-ping (習近平) pada Kamis (6/2) pagi dilaporkan bertemu dengan Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin di Beijing. Xi Jin-ping (習近平) menyampaikan apresiasi atas langkah tegas Thailand dalam memberantas perjudian daring dan penipuan telekomunikasi, serta menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dalam penegakan hukum dan keamanan, serta kerja sama yudisial antar kedua negara.
PM Srettha Thavisin menyatakan bahwa Thailand bersedia bekerja sama dengan Negeri Panda dan negara-negara tetangga lainnya untuk memberantas kejahatan lintas batas, termasuk perjudian daring dan penipuan telekomunikasi.
Seorang aktor asal RRT, Wang Xing (王星) pada awal Januari menjadi korban penipuan oleh sindikat yang menggunakan dalih pekerjaan. Wang awalnya pergi ke Thailand dan kemudian diculik ke kawasan penipuan di Myawaddy, Myanmar. Meskipun dirinya berhasil dibebaskan, tetapi insiden tersebut telah merusak kepercayaan wisatawan Tiongkok untuk bepergian ke Thailand, menyebabkan gelombang pembatalan tiket pesawat dan juga paket tur. Hal tersebut memberikan pukulan serius terhadap citra Thailand serta berdampak negatif pada sektor pariwisatanya, yang mendorong pemerintah Thailand untuk mengambil langkah tegas dalam memberantas penipuan.