(Taiwan, ROC) – Terkait isu rantai pasokan demokrasi, Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada hari ini (5/2) menyampaikan, Menteri Luar Negeri Lin Chia-lung (林佳龍) saat menjamu Ketua Grup Persahabatan Estonia-Taiwan di tingkat parlemen, Kristo Enn Vaga menyatakan bahwa insiden kabel bawah laut yang rusak di sekitar Laut Baltik dan lepas pantai Taiwan baru-baru ini, ditambah dengan dinamika situasi regional, semakin menyoroti pentingnya peningkatan kerja sama antar negara demokrasi.
Kristo Enn Vaga tidak hanya berjanji akan memperkuat hubungan antara Taiwan dan Estonia, tetapi juga menegaskan keterkaitan antara kerja sama rantai pasokan dan keamanan nasional, serta menekankan bahwa blok demokrasi harus bersatu dalam menghadapi ancaman dan tantangan.
Ketua Grup Persahabatan Estonia-Taiwan di tingkat parlemen, Kristo Enn Vaga memimpin delegasi industri pertahanan untuk datang berkunjung ke Taiwan. Menlu Lin pun pada Selasa (4/2) kemarin menggelar jamuan makan guna menyambut kedatangan mereka.
Menlu Lin Chia-lung (林佳龍) menyampaikan, Taiwan dan Estonia sama-sama pernah mengalami masa pemerintahan otoriter, sehingga keduanya sangat menghargai kebebasan dan demokrasi yang sulit diraih. Ekspansi rezim otoriter dalam beberapa tahun terakhir ini terus meningkat, ditandai dengan perang Rusia-Ukraina yang belum juga mereda serta latihan militer Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang terus berlanjut di sekitar perairan Taiwan. Ditambah lagi, insiden kerusakan kabel bawah laut yang sering terjadi di Laut Baltik dan lepas pantai Taiwan baru-baru ini semakin menegaskan pentingnya peningkatan kerja sama antar negara demokrasi.
Menlu lin menyampaikan bahwa dirinya pada November tahun lalu memimpin delegasi industri drone untuk berkunjung ke Lituania, menampilkan tekad Taiwan dan negara-negara yang memiliki visi serupa untuk bersama-sama membangun rantai pasokan demokrasi. Kali ini, dirinya sangat senang sekali melihat Estonia membentuk delegasi industri pertahanan untuk datang mengunjungi Taiwan, yang mana akan lebih lanjut memperluas potensi kerja sama antara kedua belah pihak.
Juru Bicara MOFA Hsiao Kuang-wei (蕭光偉) mengatakan, “Taiwan berkomitmen untuk bekerja sama dengan mitra-mitra demokratis yang memiliki visi serupa guna menghadapi tantangan rezim otoriter terhadap tatanan internasional berbasis aturan yang ada saat ini. Pada saat bersamaan, kami juga akan membangun rantai pasokan demokrasi bersama negara-negara dengan visi yang serupa.”
Kristo Enn Vaga menyatakan bahwa jikalau rantai pasokan tidak dikembangkan bersama dengan mitra-mitra yang memiliki visi serupa, hal tersebut dapat menimbulkan potensi ancaman bagi keamanan nasional. Mengingat Taiwan dan Estonia setiap harinya menghadapi serangan secara besar-besaran dari berita palsu (hoaks), serta kerusakan kabel bawah laut yang baru-baru ini dialami oleh kedua negara, dirinya menghimbau agar blok demokrasi dapat semakin bersatu guna bersama-sama menghadapi berbagai ancaman dan tantangan.