(Taiwan, ROC) --- Setelah artis Barbie Hsu (徐熙媛) meninggal mendadak di Jepang karena flu yang berkomplikasi menjadi pneumonia, banyak masyarakat khawatir tentang apa yang harus dilakukan jika membutuhkan perawatan medis saat berada di luar negeri.
Seorang dokter yang bertugas di Jepang, Chen Wen-bi (陳文筆), dalam wawancara dengan Radio Taiwan International (Rti), menyarankan agar masyarakat menyiapkan nomor telepon perwakilan di luar negeri sebelum bepergian, dan memotret informasi obat-obatan serta riwayat medis yang biasa dikonsumsi.
Dia juga menyarankan untuk membeli asuransi agar bisa berobat dengan tenang di luar negeri.
Setelah pandemi COVID-19, terjadi lonjakan besar dalam jumlah orang yang berwisata ke luar negeri. Namun, insiden yang baru-baru ini menimpa Barbie Hsu telah menyebabkan banyak orang khawatir tentang apa yang harus dilakukan jika membutuhkan perawatan medis di luar negeri.
Dokter Chen Wen-bi menyatakan bahwa sebelum berwisata ke luar negeri, maka masyarakat pertama-tama harus menyiapkan nomor telepon kantor perwakilan di negara tujuan. Jika menghadapi kebutuhan medis darurat, mereka dapat meminta bantuan ke kantor perwakilan Taiwan di luar negeri.
Dokter Chen Wen-bi mengatakan, "Saya menyarankan bahwa ketika akan pergi ke luar negeri, termasuk melalui biro perjalanan, maka pertama-tama kita harus mengetahui nomor telepon darurat kantor perwakilan (kedutaan) kita di luar negeri terlebih dahulu. Jika kita menghadapi keadaan darurat medis yang membutuhkan bantuan, maka akan lebih cepat jika kita bisa menanyakan melalui kedutaan di luar negeri."
Dokter Chen Wen-bi menjelaskan bahwa kantor perwakilan di luar negeri biasanya memiliki daftar dan informasi kontak dokter Taiwan yang tinggal di berbagai kota di negara tersebut.
Sebagai contoh, dia bekerja di Rumah Sakit Nasional Nanao, yang berada di bawah yurisdiksi Kantor Osaka. Dia pernah mengalami situasi di mana warga yang membutuhkan perawatan medis meminta bantuan ke Kantor Perwakilan di Osaka, dan kantor tersebut kemudian meminta bantuannya.
Dokter Chen Wen-bi menyatakan bahwa masalah yang paling sering dihadapi masyarakat saat berobat di luar negeri adalah kendala bahasa. Jika bepergian dengan grup tur, maka biro perjalanan mungkin akan mengatur penerjemah untuk menemani saat berobat.
Jika wisatawan bepergian secara mandiri, mereka dapat mencari tahu apakah ada organisasi komunitas Taiwan di daerah tersebut. Di Jepang misalnya, organisasi komunitas lokal biasanya akan mengirim seseorang ke rumah sakit untuk membantu penerjemahan dan kebutuhan medis ketika menerima permintaan bantuan dari warga.
Dokter Chen Wen-bi juga mengingatkan bahwa pasien dengan penyakit kronis atau penyakit terkait lainnya harus menunjukkan obat-obatan atau riwayat medis yang relevan saat berobat di luar negeri.
Dia menyarankan untuk memotret informasi obat-obatan terkait dengan ponsel sebelum bepergian ke luar negeri, yang akan membantu diagnosis para dokter.
Selain itu, karena biaya pengobatan di luar negeri yang cukup mahal, maka dia juga menyarankan agar masyarakat membeli asuransi perjalanan sebelum bepergian ke luar negeri. Dengan demikian, ketika menghadapi kebutuhan medis darurat di luar negeri, mereka tidak akan terlalu terbebani secara finansial.