(Taiwan, ROC)-- Afrika Selatan kembali meminta Kantor Perwakilan Taiwan di Afrika Selatan untuk meninggalkan Ibu Kota Pretoria. Mantan Menteri Pertahanan Prancis sekaligus mantan ketua Kelompok Persahabatan Tauwan di Senat Prancis, Alain Richard, bersama empat pejabat Prancis lainnya mengatakan kepada CNA (Central News Agency) bahwa mereka tidak dapat menerima tekanan dari Tiongkok.
Mereka mengecam keputusan Afrika Selatan untuk memaksa Taiwan memindahkan kantor perwakilannya sebagai langkah buruk yang menunjukkan infiltrasi Partai Komunis Tiongkok dan kepatuhan terhadap diplomasi Beijing. Mereka pun mendesak Afrika Selatan untuk menunjukkan kedaulatannya.
Pada akhir Januari tahun ini, pemerintah Afrika Selatan kembali mengirim surat kepada Kantor Perwakilan Taiwan di Afrika Selatan yang berisi tuntutan agar kantor tersebut pindah dari Ibu Kota Pretoria sebelum akhir Maret. Bahkan, pemerintah Afrika Selatan berusaha menurunkan status “kantor perwakilan” menjadi "kantor dagang". Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran sepihak terhadap perjanjian bilateral antara kedua pihak. Meskipun masih dalam tahap negosiasi dengan Taiwan, Afrika Selatan tetap mengeluarkan ultimatum ini, yang menunjukkan semakin meningkatnya tekanan Tiongkok terhadap Taiwan.
Pada 4 Februari malam, Kantor Perwakilan Taiwan di Prancis mengadakan jamuan makan malam Tahun Baru Imlek dengan Kelompok Persahabatan Taiwan di Senat Prancis. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 40 orang, termasuk anggota parlemen dari Majelis Nasional dan Senat, akademisi wadah pemikir, serta peneliti.
Dalam kesempatan tersebut, Mantan Menteri Pertahanan Prancis, Alain Richard, menyatakan bahwa tindakan Afrika Selatan lebih menyerupai "pilihan untuk tunduk secara diplomatis" dan bukan yang pertama kali dilakukan oleh pemerintahannya yang telah menyimpang dari aliansi demokratis.
Namun, ia menegaskan bahwa tekanan ini tidak akan banyak mengubah partisipasi internasional Taiwan. Justru, hubungan Taiwan dengan dunia akan terus berkembang karena semakin banyak negara yang ingin bekerja sama dengan Taiwan atas dasar nilai-nilai yang dimilikinya.