(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te hari ini (4 Feb) menghadiri upacara pembukaan Pameran Buku Internasional Taipei, menunjukan dukungan bagi industri percetakan. Presiden Lai Ching-te menyampaikan bahwa budaya adalah akar dari negara, merupakan jiwa dari Taiwan, beliau ingin memberikan penghormatan bagi personil yang terjun dalam dunia percetakan. Kepala Negara juga memberikan semangat dengan mengatakan, ada keuntungan dan kerugian dalam investasi saham, tetapi investasi buku bagi diri sendiri “stabil dan tidak akan rugi”, untuk itu beliau memberikan dukungan bagi warga Taiwan agar tidak melewatkan Pameran Buku Internasional Taipei 2025 ini dan membawa pulang investasi bagi diri kita.
Pameran Buku Internasional Taipei 2025 berlangsung mulai hari ini (4 Feb) hingga tanggal 9 Februari 2025 di Hal 1 Taipei World Trade Centre, dalam acara pembukaan yang berlangsung pagi hari ini, Presiden Lai Ching-te, Menteri Kebudayaan Li Yuan, Kepala Divisi Pengembangan Budaya Kantor Perwakilan Italia di Taiwan Marco Lombardi, Kepala Asosiasi Penerbit Interansional Italia Paola Seghi, dan kepala kantor perwakilan negara-negara di Taiwan serta pakar industri terkait berkumpul dalam acara pembukaan ajang tahunan pamerann buku internasional ini.
Untuk mencerminkan tema negara dalam pamern buku kali ini yaitu Italia, pada pembukaan pameran secara khusus mengundang penyanyi seriosa kondang Taiwan Chang Yin-chi (張殷齊) dan pianis Nathan Tu (杜迺迪) untuk bersama menyanyikan lagu klasik Italia “Nessun Dorma” dan "Libiamo ne' lieti calici", mengajak para pengunjung untuk merasakan daya tarik dari budaya Italia.
Dalam kata sambutannya, Presiden Lai Ching-te menyampaikan bahwa Pameran Buku Internasional Taipei digelar usai liburan Tahun Baru Imlek setiap tahunnya, merupakan hal yang baik bagi kota Taipei juga bagi Taiwan, ia juga ingin mewakili warga Taiwan untuk menyambut 29 negara yang turut dalam pameran ini; Italia yang menjadi negara tema tahun ini, Presiden juga memuji Italia yang tidak saja memiliki kekayaan dan keindahan budaya tetapi juga merupakan negara maju yang sudah sangat canggih dalam perindustriannya, Italia adalah negara besar yang kuat.
Presiden Lai Ching-te juga menyampaikan, untuk warga Taiwan yang berusia di bawah 18 tahun tidak perlu membeli tiket masuk pameran buku, sedangkan untuk mereka yang berusia 18 – 22 tahun juga dapat menggunakan koin budaya sehingga dapat masuk gratis ke pameran, ditambah lagi mulai tahun ini Kementerian Kebudayaan mempromosikan koin budaya untuk warga berusia 13 – 15 tahun, diharapkan kaum muda dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli, melihat dan juga berinteraksi dengan budaya Taiwan
Presiden Lai Ching-te menegaskan, budaya adalah akar dari negera, merupakan jiwa Taiwan, industri penerbit merupakan perantara penting dalam penyampaian budaya, untuk itu beliau menyampaikan rasa hormatnya dan mengimbau masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan Pameran Buku Internasional Taipei 2025, semoga setiap pengunjung bisa membawa pulang buku dan informasi yang diinginkan.