(Taiwan, ROC) -- Meskipun berbeda masalah, kisah mendapatkan bantuan dari "orang sendiri" saat berada di luar negeri, membuat warga Taiwan merasakan kehangatan. Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) menyampaikan, staf kantor perwakilan di luar negeri memiliki hati untuk merangkap sebagai asisten yang memberikan bantuan darurat yang diperlukan. Banyak bantuan dan pengorbanan yang mungkin tidak diketahui oleh orang lain, dimana mereka memberikan bantuan untuk tetap terus menjaga keamanan warga Taiwan yang tengah berwisata di luar negeri
Terkait tugas memberikan bantuan darurat, selain ketulusan hati dari staf kantor perwakilan Taiwan di luar negeri untuk memberikan bantuan, Kementerian Luar Negeri juga ingin memberitahukan kisah di balik bantuan yang diberikan kepada seluruh masyarakat, bahwa semua ini mengorbankan waktu dan tenaga yang cukup besar. Wakil Menteri Luar Negeri Chen Shang-yu (陳尚友) mengemukakan, sebenarnya bantuan darurat yang diberikan adalah ketulusan hati dari staf kantor perwakilan. Sampai laporan media memberitakan “warga tersebut aman tidak ada masalah”, staf kantor perwakilan setempat mungkin harus mengorbankan banyak waktu dan tenaga serta semangat dalam penyelesaiannya.
Sebagai contoh, beberapa tahun lalu saat terjadi serangkaian masalah keamanan publik di Thailand, staf kantor perwakilan Taiwan setempat ditugaskan ke berbagai wilayah, bertanggung jawab untuk melakukan inspeksi dan memastikan situasi warga Tawian yang ada. Contoh lainnya yaitu pada musim panas tahun lalu di mana murid-murid sekolah dasar dari sebuah SD di Taichung turut berpartisipasi dalam pertandingan Handball Internasional di Italia, seorang atlet cilik kehilangan paspor nya di Dubai, kantor perwakilan setempat segera mengerahkan bantuan sehingga sang atlet dapat melanjutkan perjalanannya hingga tiba dengan selamat di Roma. Staf kantor perwakilan secara langsung menghampiri dan memberikan paspor ke tangan bocah SD ini di imigrasi setempat, sehingga akhirnya tim handball Taiwan dapat bertanding dan berprestasi maksimal membawa pulang juara utama dalam pertandingan tersebut.
Meskipun kisah-kisah ini tidak diberitakan, tetapi banyak pula hal yang boleh dikatakan tidak adil dan masuk akal, seperti menelpon ke telpon darurat hanya untuk menanyakan jam operasi objek wisata tertentu, meminta staf kantor perwakilan untuk menyediakan layanan antar jemput di bandara dan memesankan penginapan dengan harga murah atau meminta bantuan staf untuk datang melerai pertengkaran pasangan.
Kementerian Luar Negeri menyampaikan, semua bantuan tersebut sebenarnya bukan hal yang wajib diberikan bantuan, kantor perwakilan boleh tidak memberikan bantuan, dan semua telah ditetapkan dalam “poin bantuan darurat bagi wisatawan Taiwan di luar negeri”, untuk itu Kemenlu mengimbau masyarakat agar tidak sesuka hati menggunakan sumber daya layanan bantuan ini, jangan meminta bantuan untuk masalah pribadi atau yang tidak masuk akal.