(Taiwan, ROC) -- Tingkat warga berusia di atas 65 tahun yang mengalami depresi di Taiwan mencapai 16,7% yang mana berarti setiap 6 orang lansia ada 1 yang menderita depresi. Dokter saraf menyampaikan, waktu berkumpul bersama keluarga dan lansia selama liburan tahun baru imlek bertambah, apabila mendapati lansia mengeluh terus tidak enak badan, badan sakit, tidak bersemangat, respons lebih lambat, kehilangan selera dengan hal yang disukai dan lainnya, maka kemungkinan terkena depresi, seharusnya lebih awal memeriksakan diri ke dokter.
Taiwan yang akan memasuki penduduk super tua, di mana setiap 5 orang terdapat 1 orang berusia di atas 65 tahun, dan dari kelompok manula ini tingkat lansia yang mengalami depresi mungkin mencapai 20%, tetapi tidak sampai 4% yang mendapat pengobatan; Depresi di usia tua lebih sulit terdeteksi, penyebab utamanya adalah sering rancu dengan gejala penuaan.
Dokter saraf Taipei City Hospital, Lee Pei-yuan (李佩頴) menyampaikan, gejala depresi yang timbul pada lansia tidak seperti gejala depresi pada umumnya yang jelas terlihat, kerap timbul gejala seperti tidak enak badan atau disfungsi kognitif. Banyak lansia yang proaktif menyampaikan perasaan depresi, sementara masalah insomnia, daya ingat mengalami penurunan atau tubuh terasa tidak enak dan lainnya juga merupakan gejala depresi yang harus secepatnya berobat ke dokter.
Lee Pei-yuan (李佩頴) mengemukakan, depresi pada lansia sering kali disalahartikan sebagai gejala penuaan, atau mungkin demensia, situasi seperti ini perlu untuk didiagnosis secara jelas, untuk mengetahui penyakit yang dideritanya, agar dapat segera disembuhkan dan dipulihkan sebelum semakin parah.
Ia juga mengutarakan, selain tetap menjaga kewaspadaan terhadap penyakit depresi, terdapat banyak informasi beragam terkait depresi, seperti skala pengukuran depresi orang tua, perhitungan suasana hati di mana para lansia juga dapat mengukurnya sendiri atau anggota keluarga dapat membantunya dan menemani ke tenaga medis profesional jika diperlukan.