(Taiwan, ROC) Dalam beberapa tahun terakhir, gangguan militer Tiongkok di perairan sekitar Taiwan semakin intensif, guna memperkuat kemampuan persiapan tempur selama perayaan tahun baru imlek, maka armada laut 192 baru-baru ini menjalani latihan dan siap melaut jika diperlukan secara darurat, dilengkapi dengan kendaraan peluncur rudal anti kapal Hsiung Feng untuk menjalani latihan tembakan riil. Angkatan Laut mengatakan, inti latihan menekankan pada operasi gabungan, yakni latihan rutin yang dijalani pada hari biasa menjadi apa yang dilakukan saat perang.
Kendaraan peluncur rudal berbasis darat bermanuver ke posisi taktis dengan kecepatan tinggi dan segera ditempatkan untuk siap bertempur, saat bersamaan 2 kapal perang kecil (korvet) Tuo Chiang dan 6 kapal cepat rudal Kuang Hua VI membentuk armada untuk berlayar cepat ke wilayah laut sasaran. Dalam rangka persiapan selama perayaan tahun baru imlek, armada laut beberapa hari yang lalu, menjalani latihan persiapan darurat ke kaut di pelabuhan militer Zuoying, menunjukkan hasil persiapan operasi serangan pantai.
Latihan tersebut menyimulasikan penggunaan radar pengawasan dan kendaraan tak berawak oleh Angkatan Laut untuk mengidentifikasi sasaran yang mengancam di perairan barat daya Taiwan. Komando Armada Angkatan Laut segera mengeluarkan perintah tempur, dan kendaraan peluncur rudal anti kapal Hsiung Feng mengangkut kendaraan peluncur Hsiung Feng II dan Hsiung Feng III untuk menjalankan misi pengawasan laut, di bawah komando Armada 192, berangkat menjalankan misi pertahanan dari pelabuhan dan melakukan serangan ke laut, kemudian kembali ke pelabuhan militer Zuoying dengan kecepatan tinggi untuk pengisian dan perbaikan.
Angkatan Laut mengatakan, dikarenakan beberapa tahun terakhir ini gangguan militer Tiongkok semakin intensif di zona abu-abu perairan Taiwan, bahkan memobilisasi militer laut skala besar dan latihan militer mengitari Taiwan, maka secara khusus Angkatan Laut menjalani latihan dengan menggabungkan latihan militer hari biasa, yang akan menjadi tanggapan saat terjadi perang.