History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Dituntut Atas Donasi Jutaan Dolar untuk Donald Trump, Elon Musk Meminta Hakim Menolak Gugatan

  • 28 January, 2025
  • 尤繼富
Dituntut Atas Donasi Jutaan Dolar untuk Donald Trump, Elon Musk Meminta Hakim Menolak Gugatan
Dituntut Atas Donasi Jutaan Dolar untuk Donald Trump, Elon Musk Meminta Hakim Menolak Gugatan

(Taiwan, ROC) --- Pemilih di Texas mengajukan gugatan class action, mengklaim bahwa orang terkaya di dunia Elon Musk menggunakan undian harian berhadiah $1 juta untuk menipu mereka menandatangani petisi yang berbunyi mendukung kebebasan berbicara dan hak kepemilikan senjata selama pemilihan umum tahun lalu. Pada Senin kemarin (27/1) Elon Musk meminta hakim federal untuk menolak gugatan tersebut.

Media Reuters melaporkan bahwa menurut gugatan class action tersebut, Elon Musk menawarkan undian ilegal yang melanggar undang-undang Texas tentang praktik perdagangan yang menipu. Elon Musk mengajukan dokumen ke pengadilan federal Austin, Texas pada Jumat malam (24/1) untuk membantah tuduhan tersebut.

Jacqueline McAferty, penduduk Arizona, mengklaim bahwa Elon Musk dan komite aksi politiknya America PAC menjanjikan pemenang acak yang menyesatkan pemilih di 7 negara bagian swing state untuk menandatangani petisi.

Menurut Elon Musk, pemilih diberitahu bahwa mereka akan menjalani proses peninjauan untuk mendapatkan kesempatan menjadi juru bicara America PAC dan memenangkan $1 juta.

Elon Musk mengatakan bahwa ini membuktikan uang tersebut bukanlah sebuah hadiah yang bisa dimenangkan.

Elon Musk mengatakan, "Tidak ada keraguan bahwa kesempatan bagi pemilih yang memenuhi syarat untuk mendapatkan uang berbeda dengan peluang memenangkan uang."

Elon Musk juga membantah klaim bahwa orang-orang yang menandatangani petisi akan dirugikan karena memberikan nama, alamat, dan nomor telepon mereka. Para penandatangan ini mengatakan bahwa Elon Musk dan America PAC mungkin akan menjual informasi tersebut kemudian.

Pengacara yang menangani gugatan class action tersebut belum menanggapi pertanyaan dari wartawan hari ini. Gugatan ini diajukan pada hari pemilihan 5 November 2024.

Menurut gugatan yang diajukan oleh McAferty, menuntut kompensasi minimal US$5 juta untuk setiap orang yang menandatangani petisi.

Komentar

Terbarumore