(Taiwan, ROC) --- Niat ingin berbagi malah berubah menjadi malapetaka. Sebuah insiden menyedihkan terjadi pada Kamis kemarin (23/1) di ibu kota Kamboja, Phnom Penh.
Saat miliarder lokal, Sok Kong, membagikan angpao Tahun Baru Imlek di depan rumah mewahnya, ratusan orang berdesakan masuk, menyebabkan kerumunan yang berakhir dengan setidaknya 4 orang meninggal dan 5 orang terluka.
Menurut laporan VnExpress International, polisi melaporkan bahwa insiden tersebut terjadi di sebuah perumahan mewah di pusat kota Phnom Penh. Saat itu, banyak warga yang ingin mendapatkan angpao dari Sok Kong berdesak-desakan menuju gerbang rumah hingga situasi menjadi tidak terkendali.
Juru bicara polisi Kamboja, Sam Vicheka, menyatakan bahwa pembagian hadiah Tahun Baru oleh Sok Kong menarik banyak orang, mengakibatkan beberapa orang lanjut usia terjatuh dalam kekacauan, yang kemudian berujung pada tragedi.
Diketahui bahwa 4 korban meninggal terdiri dari 2 pria dan 2 wanita, kebanyakan dari mereka adalah orang lanjut usia. Selain itu, 5 orang lainnya dirawat di rumah sakit dan sedang dalam perawatan.

圖:AFP
Sok Kong awalnya berencana membagikan US$10 dolar (sekitar NT$326) dan 2 kg beras putih kepada masyarakat, yang merupakan bagian dari budaya setempat. Menjelang Tahun Baru Imlek, keluarga kaya di Kamboja biasanya akan membagikan angpao sebagai bentuk berkah, dan tradisi ini menarik banyak orang untuk berpartisipasi.
Sok Kong adalah seorang miliarder terkenal di Kamboja yang memulai bisnisnya dari sektor bahan bakar, kemudian membangun kerajaan hiburan dan perhotelan.
Setelah insiden tersebut, ia segera berjanji untuk memberikan santunan sebesar 15 juta Riel Kamboja (sekitar NT$120.000) kepada keluarga setiap korban yang meninggal, dan bantuan sekitar US$1.000 (sekitar NT$32.000) kepada setiap korban yang terluka.
Walikota Phnom Penh juga bergabung dalam upaya pemulihan untuk membantu keluarga korban menghadapi kesulitan. Pemerintah setempat menyatakan akan melakukan penyelidikan untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.