(Taiwan, ROC) - Kementerian Pendidikan (MOE) menggelar konferensi pers pada hari Jumat untuk meluncurkan Proyek Dana Impian Luar Negeri yang akan mengalokasikan dana sebesar NT$10 miliar untuk mendorong dan membantu kaum muda mengejar dan mewujudkan impian.
Presiden Lai Ching-te (賴清德) menghadiri konferensi pers dan menegaskan dalam pidatonya, ada sejumlah fokus utama dalam proyek yang menargetkan kaum muda selaku masa depan negara dan landasan pembangunan nasional.
Menurut Lai, yang pertama adalah bahwa ini adalah proyek nasional, bukan tanggung jawab satu kementerian tunggal. Oleh karena itu, dari pelaksanaan hingga peninjauan dan perbaikan selanjutnya, akan ditangani melalui kerja sama lintas kementerian.
Yang kedua, lanjutnya, protagonis dari proyek ini adalah anak muda berusia 15 hingga 30 tahun, yang dengan adanya dukungan negara, akan dapat mewujudkan impian masing-masing, tidak hanya mencapai kesuksesan pribadi, tetapi juga mencapai kemajuan bagi masyarakat dan negara.
Presiden Lai mengatakan, “Ada pepatah yang mengatakan ‘mimpi adalah yang terindah, dan harapan akan menyusul.’ Kaum muda harus menentukan target medali kehidupan mereka sendiri. Kami juga berharap impian kaum muda ini bisa membuat negara kita menjadi lebih kuat. Oleh karena itu, kami mendorong anak muda untuk berani bermimpi. Andalah yang menciptakan mimpi, dan negara akan menyediakan platformnya.”
Kepala negara juga menekankan bahwa proyek ini adalah bagian dari kebijakan pendidikan nasional. Lai berharap bahwa semua orang di Taiwan dapat meningkatkan kehidupan pribadi atau keterampilan profesional mereka melalui pendidikan, dan bahwa kesempatan mereka untuk memperoleh pendidikan tidak akan terpengaruh oleh situasi ekonomi keluarga asal mereka.
Inilah mengapa pemerintah selalu bertekad untuk mengambil langkah lebih jauh untuk membantu para pelajar muda mewujudkan impian mereka, tegas Lai.