(Taiwan, ROC) -- Epidemi influenza lokal terus menghangat dan berbagai klinik dipadati orang-orang yang antri untuk perawatan. Epidemi di wilayah atau negara tetangga, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan juga cukup serius. Dokter penyakit menular dari RS Shin Kong, Huang Jian-xian (黃建賢) menyampaikan pada 20 Januari, bahwa epidemi lokal sebelum Tahun Baru Imlek lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya. Selama liburan Tahun Baru Imlek, akan ada banyak pergerakan domestik dan internasional, dan diperkirakan akan ada gelombang epidemi yang lebih besar. Masyarakat diimbau untuk memakai masker dan sering mencuci tangan.
Pejabat Tiongkok mengumumkan baru-baru ini, bahwa saat ini mereka sedang mengalami musim penyakit pernapasan umum. Tempat perawatan medis setempat penuh sesak dan terjadi lonjakan permintaan obat-obatan. Masyarakat khawatir epidemi Tiongkok tidak terkendali, sebab Jepang dan Korea Selatan juga sedang mengalami wabah influenza dengan jumlah pasien yang telah mencapai rekor tertinggi dalam beberapa tahun. Saat liburan Tahun Baru Imlek semakin dekat, jumlah orang yang bepergian juga semakin meningkat secara signifikan, sehingga mungkin memperburuk epidemi penyakit pernapasan di Taiwan.
Dokter penyakit menular dari RS Shin Kong, Huang Jian-xian menyampaikan dalam sebuah wawancara, bahwa virus pernapasan yang umum ada di Tiongkok Daratan, Jepang, Korea, dan Taiwan serupa, antara lain influenza, COVID-19, dan Human Metapneumovirus (HMPV). Menurut pemantauan unit perawatan intensif rumah sakit, beberapa tahun terakhir kasus HMPV yang aktif di musim dingin meningkat. Ditambah dengan semakin dekatnya libur panjang Tahun Baru Imlek, masyarakat akan lebih sering bepergian, sehingga semakin mudah untuk saling tertular.
Menurut statistik dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), terdapat hampir 140.000 kunjungan ke bagian rawat jalan dan gawat darurat untuk penyakit mirip influenza minggu lalu, tertinggi dalam 10 tahun. CDC memperkirakan bahwa puncaknya akan terjadi selama Tahun Baru Imlek, ketika jumlah kunjungan akan melebihi 10.000 hingga 150.000. Huang Jian-xian menunjukkan bahwa karena jumlah infeksi influenza terus meningkat dalam satu atau dua bulan sebelum Tahun Baru Imlek tahun ini dan lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya, diperkirakan gelombang epidemi yang lebih besar akan terjadi selama Tahun Baru Imlek tahun ini.
Huang Jianxian juga mengemukakan, jika kita ambil contoh penyakit flu, karena jenis virus yang ada di berbagai negara berbeda-beda dan juga situasi epidemi yang parah di negara-negara tetangga, maka berbagai macam virus bisa masuk ke Taiwan, sehingga bisa memperpanjang masa flu. Periode epidemi di Taiwan diperkirakan akan berlangsung hingga Festival Lentera dan setelah itu baru akan melambat.
Ia menekankan, bahwa banyak penyakit infeksi saluran pernapasan mungkin tidak ditularkan secara langsung dari saluran pernapasan, tetapi juga dapat ditularkan melalui kontak tidak langsung. Ia mengingatkan masyarakat bahwa selain memakai masker, mereka juga harus memperhatikan kebersihan tangan dan mencuci tangan. secara berkala untuk mengurangi risiko infeksi.