History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Subsidi Pengobatan Bayi Taiwan Dongkrak Perekonomian, Rasio Keuntungan Mencapai 21,87 Kali Lipat

  • 23 January, 2025
  • 鄭蕙玲
Subsidi Pengobatan Bayi Taiwan Dongkrak Perekonomian, Rasio Keuntungan Mencapai 21,87 Kali Lipat
Penelitian bertajuk “Evaluasi Manfaat Ekonomi Masyarakat dari Perluasan Kebijakan Subsidi Taiwan untuk Pengobatan In vitro fertilization (IVF) pada tahun 2021”, dan laporan ini termuat dalam jurnal kedokteran bergengsi “Human Reproduction” pada Desember 2024. (foto: Pixabay)

(Taiwan, ROC) Taiwan tengah menghadapi masalah populasi penuaan yang semakin serius, ini telah menjadi krisis keamanan nasional. Pada tahun 2021, pemerintah telah memperluas kebijakan subsidi untuk pengobatan In vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung, hingga saat ini terlahir lebih dari 20.000 bayi baru. National Taiwan University Hospital dan Taipei Medical University membentuk tim penelitian dan mendapati, subsidi bayi tabung tidak hanya meningkatkan jumlah bayi tabung secara signifikan, tetapi juga menguntungkan laba investasi keuangan negara, setiap bayi sepanjang masa hidupnya dapat memberikan konstribusi pajak penghasilan sebesar NT$ 7,26 juta, investasi subsidi 1 dolar dengan rasio profitabilitas mencapai 21,87 kali lipat.

Direktur Pusat Obstetri & Ginekologi National Taiwan University Hospital, Chen Mei-jou (陳美州) dan Profesor Yen Ming-fang (嚴明芳) dari Taipei Medical University bekerja sama membentuk tim penelitian, bersama menerbitkan riset penelitian tentang “Rasio Profitabilitas dari Perluasan Kebijakan Subsidi In vitro fertilization (IVF)”. Hasil penelitian menunjukkan laba atas investasi subsidi perluasan kebijakan pengobatan infertilitas di Taiwan mencatat pendapatan pajak bersih 5,68 kali lipat, untuk total pendapatan pajak 21,87 kali lipat maka setiap NT$ 1 yang diinvestasikan oleh pemerintah dalam subsidi ini, maka perolehan pajak pendapatan bersih sebesar NT$ 5,68 dan total pendapatan pajak NT$ 21,87.

Penelitian tersebut bertajuk “Evaluasi Manfaat Ekonomi Masyarakat dari Perluasan Kebijakan Subsidi Taiwan untuk Pengobatan In vitro fertilization (IVF) pada tahun 2021”, dan pada Desember 2024, laporan ini termuat dalam “Human Reproduction” jurnal kedokteran bergengsi dalam spesialis reproduksi buatan.

Penelitian menunjukkan bahwa kebijakan subsidi pengobatan reproduksi buatan Taiwan saat ini ditargetkan untuk pasangan tidak subur, dengan subsidi maksimum sebesar NT$100.000 untuk siklus pengobatan pertama, selama 6 bulan masa pengobatan, untuk siklus ke-2 hingga siklus ke-6 dengan maksimum subsidi sebesar NT$ 60.000, cakupan subsidi dari total biaya pengobatan berkisar 45% - 62%, selebihnya biaya dibebankan kepada masyarakat sendiri.

Setahun setelah kebijakan subsidi diluncurkan pada Juli 2021, program bayi tabung berhasil dengan angka kelahiran bayi mencatat 11.636, dengan jumlah total subsidi sekitar NT$ 3,8 miliar; ini menandakan rata-rata subsidi pemerintah untuk setiap bayi tabung berkisar NT$ 332.000. Studi tersebut memperkirakan setiap bayi tabung yang disubsidi akan berkontribusi seumur hidup dengan total pendapatan pajak sebesar NT$ 7,26 juta, kemudian dikurangi dengan subsidi pengobatan IVF dan pengeluaran dana kesejahteraan lainnya, seperti dana tunjangan hari tua, santunan, pendidikan dan lainnya, pajak pendapatan bersih yang diperoleh pemerintah mencapat NT$ 1,55 juta.

Rendahnya angka kelahiran merupakan tantangan umum yang dihadapi dunia dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak negara yang mengadopsi subsidi reproduksi buatan sebagai salah satu pilihan kebijakan untuk menanggapi berkurangnya angka kelahiran. Sejumlah studi empiris internasional juga menegaskan bahwa memperluas subsidi pengobatan infertilitas dan meminimalkan beban masyarakat tidak hanya dapat membantu pasangan tak subur untuk mewujudkan impian mereka, namun juga membantu meningkatkan angka kesuburan atau memperlambat penurunan angka kelahiran. Selain itu, ketika proporsi subsidi pemerintah lebih tinggi, efek stimulasi kesuburan akan lebih baik, terutama di negara-negara dengan tingkat kesuburan yang sangat rendah.

Komentar

Terbarumore