History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Yuan Legislatif Maraton Bahas Anggaran, Fraksi DPP: Pemotongan dan Pembekuan Anggaran Tertinggi Sepanjang Sejarah

  • 21 January, 2025
  • 尤繼富
Yuan Legislatif Maraton Bahas Anggaran, Fraksi DPP: Pemotongan dan Pembekuan Anggaran Tertinggi Sepanjang Sejarah
Yuan Legislatif Maraton Bahas Anggaran, Fraksi DPP: Pemotongan dan Pembekuan Anggaran Tertinggi Sepanjang Sejarah

(Taiwan, ROC) --- Setelah hampir 20 jam sesi voting tanpa henti, Yuan Legislatif menyelesaikan pembacaan kedua rancangan anggaran tahun ini pada Selasa dini hari (21/1).Perkiraan pengurangan anggaran melebihi NT$200 miliar. 

Sekretaris Jenderal dari Partai Demokratik Progresif (DPP), Rosalia Wu (吳思瑤) mengkritik proses peninjauan yang terburu-buru, mencatat bahwa legislator sering menerima materi hanya beberapa detik sebelum harus memberikan suara.

Ini merupakan pengurangan dan pembekuan anggaran terbesar dalam sejarah Republik Tiongkok, yang menurutnya sangat disayangkan. Wakil Sekretaris Jenderal dari Partai Kuomintang (KMT), Chen Yu-jen (陳玉珍), menyatakan bahwa meskipun pengurangan melebihi NT$200 miliar, tetapi nilai anggaran masih lebih tinggi dari tahun lalu. Ia meminta publik untuk tidak khawatir dan berharap Yuan Eksekutif tidak membuat pernyataan yang menimbulkan kepanikan.

Yuan Legislatif mulai meninjau anggaran pemerintah pusat untuk periode tahun 2025 semenjak tanggal 17 Januari kemarin. Pertama-tama melakukan voting untuk ketentuan umum dan memutuskan untuk memotong NT$93,9 miliar.

Pada Senin pagi kemarin (20/1), sekitar pukul 10 pagi, Yuan Legislatif meninjau lebih dari 700 usulan pemotongan atau pembekuan anggaran yang dicadangkan dalam sesi voting berkelanjutan selama hampir 20 jam. Pembacaan kedua selesai pada Selasa dini hari ini (21/1), sekitar pukul 6 pagi.

Karena staf membutuhkan waktu untuk mengorganisir konten pembacaan kedua, maka sidang ditunda hingga pukul 1 siang untuk melanjutkan dengan pembacaan anggaran ketiga dan final. Perkiraan saat ini menunjukkan total pemotongan anggaran mungkin akan melebihi NT$200 miliar.

Rosalia Wu menyatakan bahwa awalnya ada 3.296 usulan anggaran, tetapi Partai KMT dan Partai Taiwan People’s Party (TPP) menarik banyak usulan karena tekanan publik, menyisakan hampir 750 usulan untuk voting final.

Dia mencatat banyak usulan anggaran yang tidak masuk akal dan kurang matang, termasuk spesifikasi unit yang salah untuk pembekuan anggaran dan usulan pemotongan yang melebihi alokasi anggaran sebenarnya.

Lebih lanjut, Rosalia Wu mengkritik proses peninjauan anggaran, mencatat bahwa para anggota legislator menerima usulan baru selama pemungutan suara, membuat proses tersebut tidak mendetail.

Dia mengatakan, "Meskipun kami berusaha mencegah pemotongan anggaran yang parah dan dampak finansial, ini tidak diragukan lagi merupakan pemotongan dan pembekuan anggaran terbesar dalam sejarah ROC. Di bawah aksi aliansi biru (KMT)-putih (TPP), yang menargetkan anggaran umum, kita telah melihat tingkat pemotongan dan pembekuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak masuk akal, yang sangat disayangkan."

Rosalia Wu memperingatkan bahwa Yuan Eksekutif akan menghadapi tantangan berat, karena beberapa anggaran yang dibekukan akan memerlukan persetujuan legislatif untuk dicairkan.

Menanggapi hal tersebut, Chen Yu-jen yang adalah Wakil Sekretaris Jenderal dari Partai KMT, menjelaskan bahwa pembekuan anggaran berbeda dengan pemotongan, menyatakan bahwa meskipun ada pengurangan NT$200 miliar, tetapi total anggaran tetap lebih tinggi dari tahun lalu.

Dia mendesak publik untuk tidak khawatir dan meminta Yuan Eksekutif untuk menghindari retorika yang menimbulkan kepanikan. Chen Yu-jen menjelaskan, "Pembekuan bukanlah pemotongan. Ini adalah alat legislatif umum untuk mendorong pemerintah maju. Kebanyakan pembekuan dapat dicairkan melalui laporan tertulis, tidak sesulit itu. Ini telah menjadi metode umum dalam proses peninjauan anggaran legislatif."

Chen Yu-jen menambahkan bahwa meskipun 30% anggaran operasional beberapa lembaga dibekukan, tetapi pemerintah masih dapat menggunakan dana cadangan dalam kasus bencana alam, karena pemerintah sudah memiliki mekanisme yang berjalan untuk situasi seperti demikian.

Komentar

Terbarumore