(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada hari ini (20/1) saat menerima “Perwakilan Asosiasi Psikologi Klinis Taiwan dan Komunitas Psikologi Klinis” menyatakan bahwa kesehatan mental merupakan landasan penting untuk mewujudkan Taiwan yang sehat.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Lai mewakili pemerintah menyambut para pendukung penting kesehatan mental di Istana Kepresidenan untuk berdiskusi tentang isu-isu kesehatan mental. Presiden Lai juga menyampaikan rasa terima kasih dan mengapresiasi kepada setiap psikolog klinis atas dedikasi mereka dalam bidang perawatan kesehatan mental, pengobatan adiksi, serta turut berkontribusi di komunitas, sekolah, lembaga permasyarakatan, dan tempat kerja. Upaya mereka tidak hanya memberikan kontribusi besar bagi dunia psikologi di Taiwan tetapi juga berdampak mendalam terhadap kesehatan mental masyarakat secara keseluruhan.
Presiden Lai menyebutkan bahwa sebagai seorang dokter, sejak awal karirnya di dunia politik sangat memerhatikan isu promosi kesehatan mental. Selama menjabat sebagai anggota legislatif, dirinya mendorong pengesahan “Undang-undang Psikolog”, merupakan UU Psikolog pertama di Asia dan menjadi tonggak penting bagi pengembangan profesionalisme psikolog di Taiwan. Setelah menjabat sebagai presiden pada tahun lalu, dirinya juga membentuk “Komite Promosi Taiwan Sehat” di Istana Kepresidenan. Presiden Lai menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam mempromosikan kesehatan mental masyarakat.
Presiden Lai mengatakan, “Karena kesehatan mental adalah landasan penting untuk mewujudkan Taiwan yang sehat, khususnya di tengah masyarakat dengan gaya hidup serba cepat dan perubahan yang pesat. Pemerintah memiliki kewajiban untuk mengalokasikan lebih banyak sumber daya di bidang kesehatan mental.”
Presiden Lai menunjukkan, Yuan Eksekutif telah menyetujui “Rencana Ketahanan Kesehatan Mental Nasional” selama enam tahun, yang melibatkan sebanyak 13 kementerian untuk membangun sistem dukungan kesehatan mental yang lebih komprehensif dan mudah diakses. Pada bulan Agustus tahun lalu, pemerintah juga meluncurkan “Program Dukungan Kesehatan Mental untuk Generasi Muda dan Dewasa” yang menyediakan 3 sesi konseling psikologis gratis bagi masyarakat berusia 15-45 tahun. Dalam lima bulan sejak peluncurannya, program ini telah melayani lebih dari 30.000 orang, dengan 9.000 di antaranya dirujuk untuk perawatan lanjutan, mencerminkan efektivitas kebijakan ini dan juga kebutuhan masyarakat akan kesehatan mental.
Presiden Lai juga menekankan bahwa kesehatan mental adalah isu penting bagi semua kelompok usia. Mulai semester lalu, kebijakan “Cuti Penyesuaian Mental dan Fisik” telah diterapkan penuh di universitas dan sekolah menengah atas. Kebijakan ini memungkinkan siswa mengambil cuti untuk menyeimbangkan kondisi mental dan fisik mereka, sehingga dapat mencapai keseimbangan antara pembelajaran dan kehidupan.
Presiden menegaskan bahwa kebijakan ini telah memberikan manfaat yang nyata bagi para siswa, dan pemerintah akan terus mendorong berbagai kebijakan kesehatan mental. Namun, keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada dukungan dari para psikolog klinis. Dirinya berharap para psikolog dapat terus memberikan masukan yang berharga untuk bersama-sama menjaga kesehatan masyarakat dan mewujudkan Taiwan yang sehat.