History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Belakangan Ini Isu Hukuman Mati Kembali Viral di Taiwan, Ini Tanggapan Mayoritas Netizen Taiwan

  • 19 January, 2025
  • 尤繼富
Belakangan Ini Isu Hukuman Mati Kembali Viral di Taiwan, Ini Tanggapan Mayoritas Netizen Taiwan
Belakangan Ini Isu Hukuman Mati Kembali Viral di Taiwan, Ini Tanggapan Mayoritas Netizen Taiwan 圖/YAHOONEWS

(Taiwan, ROC) --- Huang Lin-kai (黃麟凱), terpidana mati yang membunuh pacarnya dan ibu pacarnya pada tahun 2013, akhirnya dieksekusi pada Kamis malam (16/1) pukul 22:02.

Ini menjadi eksekusi pertama sejak Presiden Lai Ching-te (賴清德) menjabat, dan masih ada 36 terpidana mati yang menunggu eksekusi.

Namun, isu penghapusan hukuman mati selalu menjadi perhatian publik di Taiwan. Yahoo Taiwan melakukan jajak pendapat dengan pertanyaan, Apakah Anda setuju Taiwan melaksanakan hukuman mati?

Hingga Sabtu kemarin (18/1), total ada 90,3% menyatakan sangat setuju. Jajak pendapat Yahoo Taiwan ini dilakukan selama periode 17 Januari hingga 21 Januari 2025.

Hingga Sabtu kemarin (18/1), ada total 7.800 orang berpartisipasi dalam pemungutan suara, dengan hasil menunjukkan 90,3% sangat setuju, 6,5% cukup setuju, 0,7% agak tidak setuju, 1,2% sangat tidak setuju, dan 1,3% tidak tahu/tidak ada pendapat.

Setelah memberikan suara, banyak Warganet yang juga memberikan pendapat di kolom komentar.

"Menyetir dalam keadaan mabuk yang menyebabkan kematian harus dihukum mati, kecelakaan karena menyetir mabuk harus dihukum penjara seumur hidup dengan kerja paksa, penipuan harus dihukum mati, banding hukuman mati yang ditolak harus langsung dieksekusi, kembalikan masyarakat Taiwan yang damai," tulis salah satu Warganet.

"Membayar nyawa dengan nyawa adalah hukum alam! Para penentang hukuman mati ini tidak memahami penderitaan keluarga korban, sungguh tidak berperikemanusiaan," tutur lainnya.

"Sekarang hukum hanya melindungi hak asasi pelaku, korban/almarhum dan keluarganya tidak punya hak asasi, membuat orang marah dan tidak berdaya, tidak tahu apakah hakim atau pejabat tinggi pemerintah akan punya empati jika mereka atau keluarga mereka mengalami hal ini?" tambah Warganet.

"Eksekusi dengan tembak sudah sangat manusiawi, ketika para pembunuh ini membunuh, apakah mereka memberi obat bius kepada korban?" terang lainnya.

Komentar

Terbarumore