(Taiwan, ROC) -- Terkait dengan kaukus Partai Kuomintang (KMT) tentang “jumlah pekerja migran hilang kontak mencapai rekor dan celah pelarian di bandara”, Kementerian Tenaga Kerja (MOL) menanggapi, bahwa jumlah keseluruhan pekerja migran yang hilang kontak telah menurun selama 2 tahun terakhir. Jumlah pekerja migran yang hilang kontak pada tahun 2022 adalah 5,96%, kemudian menjadi 4,2% di tahun 2023 dan menjadi 2,91% pada akhir November 2024. Untuk mengubah situasi terkait pekerja hilang kontak ini, MOL terus bekerja sama dengan Ditjen Imigrasi Nasional (NIA) untuk menginvestigasi dan mempromosikan berbagai langkah perbaikan. NIA juga menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus menyediakan berbagai rekomendasi kebijakan bagi MOL berdasarkan pengalaman penyelidikan dan hukuman. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat harus bekerja sama untuk memperkuat manajemen sumber terkait, sebab mustahil untuk mengurangi jumlah pekerja migran yang hilang kontak hanya dengan bergantung pada agen keamanan nasional.
Berdasarkan data statistik NIA per November 2024, jumlah pekerja migran yang melarikan diri di Taiwan mencapai 92.690 orang, mencapai rekor tertinggi baru, dari jumlah di awal tahun 2020 yang hanya berkisar 48.000 orang. Hal ini menjadi perhatian setelah kaukus KMT pada 14 Januari mengemukakan informasi, bahwa pekerja migran asing ada yang hilang kontak dan tidak diketahui keberadaannya setelah menyamar dan keluar dari pemeriksaan keamanan di Bandara Taoyuan, mengkritisi pemerintah yang memiliki pengetahuan rendah terkait dengan pekerja migran yang hilang kontak.
MOL menanggapi bahwa agensi yang ditunjuk oleh pemberi kerja dapat mengurus pekerja migran untuk meninggalkan Taiwan. Mereka seharusnya mengantar para pekerja migran ke pintu keberangkatan bandara dan mengonfirmasi bahwa mereka telah masuk pintu pembatasan. Bagi pekerja migran yang kontraknya berakhir tanpa adanya perselisihan, jika agensi khawatir pekerja migran akan hilang kontak di bandara, mereka dapat mengajukan permohonan layanan naik pesawat dengan bantuan Biro Kepolisian Penerbangan.
Terkait dengan situasi keseluruhan pekerja migran yang hilang kontak, MOL menyampaikan bahwa insiden pekerja hilang pada tahun 2022 adalah 5,96%, kemudian 4,2% pada tahun 2023, dan menjadi 2,91% pada akhir November 2024 atau terus menurun selama 2 tahun berturut-turut sejak pandemi. Kepala Manajemen Transnasional dari Badan Pengembangan Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja (WDA), Su Yu-kuo (蘇裕國) menyampaikan bahwa persentase pekerja migran hilang kontak mengacu pada “jumlah pekerja migran yang hilang kontak” dibagi dengan “jumlah pekerja migran di Taiwan” pada tahun itu x 100%.
MOL menyampaikan, bahwa utnuk memperbaiki permasalahan pekerja migran yang hilang kontak, MOL terus bekerja sama dengan NIA untuk menyelidiki dan mendorong berbagai langkah perbaikan, seperti membuka jalur pengaduan bagi pekerja migran, mensosialisasikan risiko kehilangan kontak melalui pelatihan dalam negeri dan pelatihan terpadu bagi pekerja rumah tangga, meningkatkan upah dan tunjangan pekerja migran, memperkuat manajemen perantara, dan menangguhkan agensi asing yang tingkat kehilangan pekerja migrannya terlalu tinggi. Kementerian Tenaga Kerja akan terus bekerja sama lintas kementerian untuk memperbaiki situasi pekerja migran yang hilang kontak, termasuk memastikan bahwa para pemberi kerja mematuhi hukum.
NIA menyatakan, bahwa peningkatan jumlah pekerja migran yang hilang kontak utamanya terkait dengan permintaan pasar tenaga kerja domestik, kondisi kerja, dan manajemen pemberi kerja dan perantara. Selain terkait dengan perumusan kebijakan instansi pemerintah terkait seperti Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pertanian, juga melibatkan pelaksanaan pengawasan ketenagakerjaan oleh otoritas ketenagakerjaan pemerintah daerah, dan pemeriksaan keselamatan dan kesejahteraan tempat tinggal pekerja migran. Pemerintah pusat dan daerah harus bersama-sama memperkuat manajemen sumber daya. Tidak mungkin hanya mengandalkan badan keamanan nasional berbagai negara untuk menyelidiki dan mengurangi jumlah pekerja migran yang hilang.
Terkait dengan langkah-langkah penanggulangan pekerja migran yang hilang, NIA akan terus memberikan rekomendasi kebijakan kepada MOL berdasarkan pengalaman praktisnya dalam penyelidikan dan penanganan, sehingga MOL dapat bekerja sama dengan Kementerian Perekonomian, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), Kementerian Pertanian, dan departemen terkait lain yang bertanggung jawab untuk merumuskan dan menerapkan metode rekrutmen, komunikasi bahasa, dan gaji. Langkah-langkah perbaikan terkait dengan perlindungan lingkungan kerja dan transisi kerja untuk mengurangi faktor-faktor yang menyebabkan pekerja migran hilang kontak juga akan dirumuskan.