(Taiwan, ROC) --- Terpidana mati Huang Lin-kai (黃麟凱) telah dieksekusi pada Kamis malam kemarin (16/1). Saat ini masih ada 36 terpidana mati yang menunggu eksekusi di Taiwan.
Huang Chun-chi (黃春棋) dan Chen Yi-lung (陳憶隆), yang hukumannya telah final selama hampir 25 tahun, adalah terpidana mati yang paling lama menunggu eksekusi.
Lin Yu-ru (林于如), yang membunuh ibu kandung, ibu mertua, dan suaminya, adalah satu-satunya terpidana mati wanita.
Pada tahun 2013, Huang Lin-kai menghabisi nyawa mantan pacarnya dikarenakan tidak terima ditagih hutangnya oleh sang mantan. Dia menyusup ke rumah mantan pacarnya, mencekik ibu mantan pacarnya hingga tewas, kemudian memperkosa dan membunuh mantan pacarnya.
Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman mati final pada tahun 2017. Kementerian Kehakiman (MOJ) melaksanakan eksekusi mati Huang Lin-kai pada Kamis malam (16/1), menjadikannya terpidana mati pertama yang dieksekusi selama masa jabatan Presiden Lai Ching-te (賴清德).
Terakhir kali, eksekusi mati dilakukan hampir 5 tahun yang lalu, yaitu pada 1 April 2020 terhadap Weng Jen-hsien (翁仁賢) yang membakar dan membunuh 6 kerabatnya.

Terpidana mati Huang Lin-kai (黃麟凱) telah dieksekusi pada Kamis malam kemarin (16/1). 圖:中時新聞網
Di antara 36 terpidana mati saat ini, Huang Chun-chi dan Chen Yi-lung melakukan penculikan dan pembunuhan pengusaha konstruksi bermarga Huang (黃姓) pada tahun 1995. Terdakwa lain dalam kasus yang sama, Hsu Tzu-chiang (徐自強), telah dinyatakan tidak bersalah setelah peninjauan kembali.
Huang Chun-chi dan Chen Yi-lung dijatuhi hukuman mati final pada 27 April 2000 dan belum dieksekusi hingga saat ini.
Selain itu, Chiu Ho-shun (邱和順) yang dituduh melakukan penculikan dan pembunuhan anak laki-laki Lu Cheng (陸正), serta kasus mutilasi agen asuransi wanita, ditangkap dan ditahan pada tahun 1988.
Kasusnya berlarut-larut selama bertahun-tahun hingga akhirnya dijatuhi hukuman mati final pada Juli 2011. Dia telah ditahan di Rumah Tahanan Taipei selama lebih dari 36 tahun, menjadikannya terpidana mati yang paling lama ditahan.
Terpidana mati tertua adalah Wang Xin-fu (王信福) berusia 73 tahun, yang dituduh menghasut Chen Rong-jie (陳榮傑) untuk menembak mati 2 polisi pada tahun 1990.
Chen Rong-jie telah dijatuhi hukuman mati final pada tahun 1992 dan dieksekusi pada Agustus tahun yang sama. Wang Xin-fu tertangkap setelah buron selama 15 tahun, dan Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman mati final atas kejahatan pembunuhan pada tahun 2011.

Terpidana mati tertua adalah Wang Xin-fu (王信福) berusia 73 tahun, yang dituduh menghasut Chen Rong-jie (陳榮傑) untuk menembak mati 2 polisi pada tahun 1990. 圖:中時新聞網
Di antara terpidana mati yang melakukan kekerasan terhadap polisi termasuk Hsiao Hsin-tsai (蕭新財) dan Wang Bo-ying (王柏英). Hsiao Hsin-tsai dituduh menembak 2 polisi dengan senapan pada saat pemeriksaan, mengakibatkan 1 tewas dan 1 luka-luka. Dia dijatuhi hukuman mati final 19 tahun lalu, dan belum dieksekusi hingga saat ini.
Wang Bo-ying bersama rekannya berencana merampok bank, dan karena mempertimbangkan pistol mereka yang mudah macet, mereka melakukan pembunuhan terhadap polisi, lalu mencuri senjatanya di kawasan Xizhi, Kota New Taipei, yang mengakibatkan tewasnya polisi Hung Chung-nan (洪重男).

Di antara terpidana mati yang melakukan kekerasan terhadap polisi termasuk Hsiao Hsin-tsai (蕭新財) dan Wang Bo-ying (王柏英). 圖:中時新聞網
Kasus hukuman mati final yang paling baru adalah kasus pembunuhan oleh Shen Wen-bin (沈文賓). Dalam upaya mencari keberadaan istrinya, Shen Wen-bin menculik pacar kakak ipar istrinya dan salah seorang teman, kemudian menenggelamkan dan membuang mayat mereka.
Setelah 6 kali dijatuhi hukuman mati, Mahkamah Agung menolak bandingnya pada 31 Maret 2020, menjadikan hukuman matinya final.
Kasus Lin Yu-ru (林于如) yang menghebohkan, karena membunuh keluarganya sendiri untuk klaim asuransi, adalah terpidana mati wanita pertama dalam 30 tahun terakhir.
Lin Yu-ru yang menjalankan bisnis pembuatan makanan tahu bau, menjadi kecanduan judi togel dan membutuhkan uang mendesak, secara berturut-turut mengasuransikan ibu kandung, ibu mertua, dan suaminya, kemudian sejak November 2008 berturut-turut membunuh ibu kandung, ibu mertua dan suaminya dalam upaya mengklaim uang asuransi.
Chang Jen-bao (張人堡) yang melakukan pembunuhan mayat dalam koper di Shilin pada tahun 2003, juga terlibat dalam kasus perampokan dan pembunuhan serta pemerkosaan terhadap wanita lanjut usia, dijatuhi hukuman mati final pada tahun 2004.

Kasus Lin Yu-ru (林于如) yang menghebohkan, karena membunuh keluarganya sendiri untuk klaim asuransi, adalah terpidana mati wanita pertama dalam 30 tahun terakhir. 圖: 中時新聞網
Chang Chia-yao (張嘉瑤) menyusup ke tempat tinggal teman wanitanya pada tahun 2002, merampok, memperkosa dan membunuh wanita lain, dan dijatuhi hukuman mati final pada akhir 2004. Keduanya masih belum dieksekusi hingga saat ini.
Hsu Wei-chan (徐偉展) yang memiliki sebutan Serigala Zhongshan, melakukan beberapa kasus pemerkosaan dan pembunuhan.
Wang Hong-wei (王鴻偉) yang membunuh wanita yang dia sukai dengan lebih dari 100 tusukan, Lin Wang-jen (林旺仁) dan Peng Chien-yuan (彭建源) yang masing-masing menewaskan 5 orang dalam pembakaran di karaoke Keelung dan KTV Hsinchu, serta Su Chih-hsiao (蘇志效) dan Yu Yi-chen (游屹辰) yang melakukan perampokan dan membunuh seorang guru wanita, semuanya masih belum dieksekusi.