(Taiwan, ROC) --- Huang Lin-kai (黃麟凱) yang berusia 32 tahun, dieksekusi mati pada Kamis malam kemarin (16/1). Pada tahun 2013 , ia mencekik mati pacarnya bermarga Wang (王姓) dan ibu pacarnya menggunakan tali pramuka.
Pada tahun 2017, Huang Lin-kai dijatuhi hukuman mati, dan dieksekusi pada Kamis malam (16/1) pukul 22:02, dengan kematian dikonfirmasi oleh jaksa bersama dokter forensik pada pukul 22:23.
Menurut informasi, Huang Lin-kai tidak sadarkan diri setelah diberikan dua dosis obat bius, eksekusi yang awalnya dijadwalkan pukul 21:00 tertunda satu jam.
Diketahui bahwa sebelum eksekusi, Huang Lin-kai hanya memakan sepotong paha ayam dan tidak meneguk alkohol. Dia tidak meninggalkan pesan terakhir sebelum eksekusi, tetapi meninggalkan sebuah surat yang diduga sebagai surat wasiat.
Petugas memberikan obat bius, tetapi Huang Lin-kai tidak langsung tidak sadarkan diri, sehingga diperlukan dosis kedua sebelum akhirnya tidak sadarkan diri dan kemudian dieksekusi. Terdengar satu kali suara tembakan dari luar Rumah Tahanan, yang menandakan eksekusi dilakukan hanya dengan satu tembakan.
Baca juga: Selang 5 Tahun, Taiwan Kembali Melakukan Eksekusi Mati Pada Kamis Malam (16/1)
Setelah eksekusi Huang Lin-kai, sesuai dengan tradisi, petugas keamanan penjara melakukan ritual sembahyang dengan membakar dupa dan kertas sembahyang di depan altar Ksitigarbha Bodhisattva di dalam penjara.
Sekitar pukul 22:39 malam, jenazah Huang Lin-kai diangkut keluar dari Rumah Tahanan Taipei dan dibawa ke Rumah Duka Banchiao. Setelah jenazah tiba, ibu yang membesarkannya dan kakak perempuannya tidak hadir.
Jenazah Huang Lin-kai untuk sementara ditempatkan di lemari pendingin, menunggu klaim dari keluarga. Periode klaim adalah 25 hari terhitung sejak tanggal pengumuman. Jika tidak ada yang mengklaim, rumah duka akan menguburkannya sebagai jenazah teridentifikasi tanpa klaim.
Eksekusi mati Huang Lin-kai juga merupakan eksekusi pertama sejak Presiden Lai Ching-te (賴清德) menjabat.
Mengenai alasan mengapa Huang Lin-kai terpilih, karena dia dianggap sebagai terpidana mati dengan kejahatan paling serius di antara semua terpidana mati saat ini. Di samping itu, Huang Lin-kai juga dijatuhi hukuman mati di semua tingkat pengadilan, dan lima hakim Mahkamah Agung juga mencapai keputusan bulat setelah investigasi.
Selain itu, Huang Lin-kai tidak memiliki gangguan mental atau cacat intelektual. Oleh karena itu, Menteri Kehakiman Cheng Ming-chien (鄭銘謙) menandatangani perintah eksekusi mati untuk Huang Lin-kai pada Kamis 16 Januari 2025.