History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekerja Hilang Kontak Melampaui 90K, Legislator KMT Imbau Pemerintah Perketat Pengawasan

  • 14 January, 2025
  • 鄭蕙玲
Pekerja Hilang Kontak Melampaui 90K, Legislator KMT Imbau Pemerintah Perketat Pengawasan
Pekerja Hilang Kontak Melampaui 90K, Legislator KMT Imbau Pemerintah Perketat Pengawasan (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) Kabar tentang “pekerja migran berkesempatan “menyamarkan diri” dan melarikan diri, apakah di balik ini ada oknum yang mendalangi?”. Legislator Kuomintang (KMT) Wang Yu-min menggelar konferensi pers pada hari Selasa ini (14/1) membeberkan, hingga saat ini jumlah pekerja migran hilang kontak juga melampaui 90.000 orang, masih didapati ada pekerja migran yang “berkamuflase” dan melarikan diri saat berada di bandara, kemudian menjadi pekerja hilang kontak (ilegal). Legislator KMT lainnya Wan Mei-ling (萬美玲) mengimbau agar pemerintah semestinya lebih memperkuat pengawasan pekerja migran, memperbaiki lingkungan kerja pekerja migran asing, tidak menjalankan kebijakan ketika pekerja berstatus hilang kontak hanya bisa memberikan sanksi kepada majikan.

Legislator Wang Yu-min menyampaikan, jumlah pekerja migran berstatus hilang kontak semakin meningkat, dari tahun 2010 terdapat 48.000 orang, bertambah cepat menjadi 90.269 orang pada November 2024, dalam waktu singkat 5 tahun, jumlah pekerja hilang kontak bertambah berkali lipat. Saat ini, pihaknya telah mendapat laporan pengaduan bahwa majikan mengantar pekerja migran yang hampir finish kontrak ke bandara untuk meninggalkan Taiwan, ternyata pekerja migran tersebut menyamarkan diri, seakan-akan sangat paham dengan lokasi setempat dan meninggalkan bandara, menjadi pekerja hilang kontak. Atas kejadian ini, pihaknya mencurigai ada oknum yang mendalangi pekerja migran menjadi hilang kontak, meminta agar pemerintah lebih memperketat pengawasan.

Legislator KMT, Wan Meiling dari partai yang sama mengatakan secara blak-blakan bahwa kelompok ilegal dapat menghasut pekerja migran untuk meninggalkan majikan aslinya dan tinggal di Taiwan secara ilegal untuk bekerja. Pemerintah harus memperbaiki lingkungan kerja bagi pekerja migran dan memperkuat manajemen untuk mencegah pekerja migran kehilangan kontak begitu saja satu sama lain. Majikan dikenakan denda dan dilarang mencari pekerja migran baru selama tiga bulan.

Legislator KMT mengimbau agar pengawasan di bandara diperketat, menangkap oknum-oknum yang membantu pekerja melarikan diri (menjadi hilang kontak), pemerintah harus pro aktif memperbaiki lingkungan kerja pekerja migran asing, dan menindaklanjuti secara tegas kelompok yang merekrut pekerja secara ilegal. Legislator Wan Mei-ling menegaskan, dengan dibukanya pintu masuk bagi pekerja migran asal India, maka pekerja migran juga menjadi sumber tenaga kerja utama di berbagai kalangan industri di Taiwan, selayaknya untuk pengawasan semakin diperhatikan oleh pemerintah dengan serius.

Komentar

Terbarumore