(Taiwan, ROC) --- Akibat pengaruh massa hawa dingin yang kuat, membuat banyak wilayah di Taiwan mengalami suhu rendah, bahkan selatan Taiwan yang dianggap sebagai kawasan hangat, juga diperkirakan akan menghadapi cuaca dingin di bawah 10C.
Di bawah gelombang dingin kali ini, dalam waktu singkat 11 hari (1 Januari hingga 11 Januari 2025), kasus henti jantung di luar rumah sakit (OHCA) di seluruh Taiwan telah melonjak menjadi 492 kasus, dengan angka yang mengejutkan terjadi pada dua hari belakangan (10/1 – 11/1), yang mencapai 99 orang.
Ditjen Pemadam Kebakaran menunjukkan bahwa sejak Kamis pekan kemarin (9/1), kondisi suhu rendah menjadi jelas terlihat, dengan wilayah dari Tainan ke utara dan timur laut mengalami suhu rendah di pagi hari, terutama daerah di utara Taichung yang paling parah terdampak.
Mulai Minggu kemarin (12/1), seiring dengan berkurangnya kelembaban, maka dampak dingin akan meluas ke seluruh Taiwan, dan setiap daerah akan menghadapi situasi di mana perbedaan suhu siang dan malam akan semakin besar.
Ditjen Pemadam Kebakaran juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kehangatan tubuh saat gelombang dingin menerpa, terutama pada periode suhu rendah di pagi dan malam hari, serta lebih memperhatikan lansia atau anggota keluarga yang menderita penyakit kronis di dalam rumah.
Para ahli juga menghimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, dan jika harus keluar rumah, pastikan untuk menjaga kehangatan tubuh, serta memperhatikan pola makan yang seimbang dan mengonsumsi nutrisi yang cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh.