(Taiwan, ROC) --- Pada tanggal 8 Januari 2025, Ditjen Pariwisata yang dinaungi Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) mengumumkan hasil inspeksi hotel dan homestay untuk periode tahun 2024. Diketahui jumlah akomodasi legal di seluruh Taiwan melebihi angka 15.000.
Selain itu, pemerintah daerah di seluruh Taiwan juga telah melakukan total 11.769 inspeksi, dan mengeluarkan 1.489 denda, dengan total nilai mencapai NT$129,79 juta.
Menurut statistik Ditjen Pariwisata, pada tahun 2024 terdapat 3.310 hotel legal, berkurang 8 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan perubahan yang relatif kecil sebesar 0,24%.
Jumlah akomodasi ilegal yang tercatat adalah 985 unit, berkurang 154 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama karena berkurangnya apartemen sewa harian di daerah perkotaan, dengan Kota Taipei mengalami penurunan terbesar sebanyak 100 unit.
Dalam inspeksi kali ini, total kunjungan inspeksi mencapai 5.972 kali, dengan tiga teratas adalah Kota Taipei (1.984 kunjungan), Kota Taichung (904 kunjungan), dan Kota Kaohsiung (622 kunjungan).
Total denda yang dikeluarkan adalah 946 kali, dengan tiga teratas adalah Kota Taichung (200 kali), Kota Taipei (172 kali), dan Kota Tainan (160 kali).
Total nilai denda mencapai NT$103,686 juta, dengan tiga teratas adalah Kota Taichung (NT$23,31 juta), Kota Tainan (NT$17,03 juta), dan Kota Taipei (NT$15,73 juta).
Mengenai homestay legal, terdapat 12.144 unit, meningkat 679 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan bahwa homestay merupakan bisnis sampingan keluarga yang mengoperasikan kamar kosong di rumah mereka sendiri.
Jumlah homestay ilegal yang tercatat di Taiwan mencapai 584 unit, atau berkurang 30 unit dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Total kunjungan inspeksi mencapai 11.797 kali, dengan tiga teratas adalah Kabupaten Yilan (2.046 kunjungan), Kabupaten Taitung (1.636 kunjungan), dan Kabupaten Hualien (1.619 kunjungan).
Total denda yang dikeluarkan adalah 543 kali, dengan tiga teratas adalah Kabupaten Hualien (106 kali), Kabupaten Pingtung (91 kali), dan Kabupaten Yilan (63 kali).
Total nilai denda mencapai NT$26,1 juta, dengan tiga teratas adalah Kabupaten Pingtung (NT$5,66 juta), Kabupaten Hualien (NT$3,87 juta), dan Kabupaten Yilan (NT$3,60 juta).