(Taiwan, ROC) – Daratan Tiongkok tengah mengalami wabah hMPV skala besar sejak Desember tahun lalu. Salah satunya adalah human metapneumovirus (hMPV) yang menarik perhatian dan menyebabkan kekhawatiran masyarakat di Indonesia. Menteri Kesehatan Indonesia menyampaikan, meskipun terjadi kasus tersebut, tapi ditekankan bahwa HMPV bukanlah virus baru dan tidak perlu panik dan perlu memperkuat pengawasan.
Human Metapneumovirus tengah menyebar di Tiongkok dan menyebabkan diskusi di Indonesia beberapa hari belakanan ini. Beberapa media Indonesia melaporkan secara luas dan menimbulkan kekhawatiran publik. Menteri Kesehatan Indonesia mulai melakukan langkah-langkah pencegahan sejah tahun lalu dan menyampaikan sudah memonitor penyebaran virus di Tiongkok maupun negara-negara lainnya.
Kementerian Kesehatan Indonesia mengeluarkan rilis pers pada 6 Januari, menyampaikan bahwa persebaran virus hMPV telah sampai di Indonesia dengan infeksi di antara anak-anak.
Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan, bahwa hMPV bukanlah virus baru dan telah dikenal di dunia medis maupun akademik, meminta masyarakat untuk tidak panik.
Rilis pers tersebut menunjukkan bahwa hMPV telah ditemukan di Indonesia untuk waktu yang lama. Virus tersebut berbeda dengan COVID-19 sebab COVID-19 merupakan virus baru, sementara hMPV merupakan virus yang telah ada sebelumnya dan serupa dengan influenza, menyampaikan bahwa “sistem imun manusia telah mengenal virus ini sejak lama dan meresponsnya dengan baik.”
Budi Sadikin mengatakan, “berbeda dengan COVID-19 yang baru muncul beberapa tahun lalu, hMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak 2001 dan hingga saat ini belum terjadi kondisi yang serius.