History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kasus Kematian Pertama Akibat Flu Burung pada Manusia di AS, Ahli: Mutasi Gen Virus Berpotensi Memicu Pandemi

  • 08 January, 2025
  • 尤繼富
Kasus Kematian Pertama Akibat Flu Burung pada Manusia di AS, Ahli: Mutasi Gen Virus Berpotensi Memicu Pandemi
Kasus Kematian Pertama Akibat Flu Burung pada Manusia di AS, Ahli: Mutasi Gen Virus Berpotensi Memicu Pandemi

(Taiwan, ROC) --- Amerika Serikat baru-baru ini melaporkan kasus kematian pertama manusia akibat flu burung H5N1, dengan ditemukannya mutasi genetik pada strain virus tersebut. Pada Rabu hari ini (8/1), para ahli kesehatan Taiwan memperingatkan bahwa mutasi genetik virus dapat membuat manusia lebih rentan terhadap infeksi karena kurangnya antibodi, yang berpotensi menyebabkan pandemi pada manusia. Mereka mendesak pemerintah untuk menerapkan langkah-langkah pengawasan pencegahan dan penanganan dini.

Kasus H5N1 pada manusia telah meningkat secara global, terutama di Amerika Serikat. AS baru-baru ini mencatat kematian pertama akibat H5N1, dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendeteksi mutasi genetik pada virus yang mungkin membuatnya lebih mampu menginfeksi saluran pernapasan atas manusia.

Presiden Perhimpunan Pengendalian Infeksi Taiwan, yang juga adalah Dokter di Rumah Sakit Veteran Taipei, Wang Fu-der (王復德), menyatakan bahwa meskipun flu A jenis baru H5N1 telah ada cukup lama tanpa menyebabkan pandemi, tetapi mutasi virus berpotensi memicu pandemi.

Ia mengatakan, "Dengan perubahan genetik baru ini, manusia mungkin memiliki lebih sedikit antibodi terhadapnya, membuat kita lebih rentan terhadap infeksi karena pada dasarnya kita tidak memiliki kekebalan terhadap varian ini."

Wakil Direktur Pusat Pengendalian Infeksi China Medical University Hospital (CMUH), Dokter Huang Gao-bin (黃高彬), sebelumnya menyatakan bahwa peningkatan kasus pada manusia menunjukkan virus terus berevolusi dan menjadi lebih adaptif terhadap sel manusia. Kemungkinan pandemi flu burung tidak pernah dikesampingkan. Situasi tahun ini sangat khusus, dengan kasus-kasus yang terus meningkat di berbagai negara bagian AS, sehingga perkembangan wabah ini perlu mendapat perhatian serius.

Dokter Wang Fu-der menjelaskan bahwa flu A jenis baru, seperti flu biasa, dapat menular melalui droplet. Mengingat tingginya frekuensi perjalanan internasional saat ini, membuat penyakit menular juga dapat menyebar dengan mudah antar negara. Pemerintah Taiwan harus melakukan pemantauan, dan begitu kasus manusia terdeteksi, harus segera mengambil tindakan dan menerapkan tindakan pencegahan yang ketat.

Dia menekankan bahwa flu A jenis baru memiliki karakteristik yang sama dengan flu biasa dan COVID-19, yaitu sama-sama penyakit saluran pernapasan, sehingga tindakan pencegahannya juga serupa, termasuk menggunakan masker dan sering mencuci tangan.

Komentar

Terbarumore