(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te pada hari Selasa ini (7/1) memimpin Upacara Wisuda Investigasi Kementerian Kehakiman ke-61, Presiden Lai memberikan dukungan kepada wisudawan telah mengetahui tugas yang mereka emban berkaitan dengan keamanan negara, maka harus lebih aktif melawan infiltrasi Tiongkok, reunifikasi dan melindungi masyarakat. Beliau juga mengharapkan agar para siswa tidak melupakan niat awal dan tidak terpengaruh oleh ancaman ataupun bujuk rayu dari pihak manapun. Saat bersamaan lebih meningkatkan ketrampilan berbagai bidang, mengikuti perkembangan zaman, memberantas korupsi, anti senjata api, anti narkoba dan anti penipuan.
Ada sebanyak 103 siswa yang mengikuti Upacara Wisuda Investigasi Kementerian Kehakiman ke-61 dan acara berjalan dengan lancar pada hari Selasa ini (7/1), diantaranya ada 54 laki-laki, 49 perempuan, rata-rata berusia 26 tahun.
Secara khusus Presiden Lai memimpin upacara kelulusan ini, dan membeberkan 3 poin keunggulan siswa. Pertama, Presiden Lai berharap agar siswa mengetahui pekerjaan investigasi berbeda dengan pekerjaan umum lainnya, perlu mengetahui poin penting mengemban tugas pekerjaan ini, juga mengetahui secara mendalam dirinya mengemban tanggung jawab keamanan nasional, stabilitas komunitas sosial, dan keselamatan masyarakat.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, “Dikarenakan tugas pekerjaan ini melibatkan keamanan nasional, kami harus aktif melawan infiltrasi, reunifikasi dan niat mencaplok dari pihak Tiongkok, pekerjaan ini juga melibatkan stabilitas komunitas sosial, oleh karena itu, kita harus bekerja sama dengan kementerian dan komisi yang terkait, bersama-sama melawan kejahatan agar komunitas sosial dapat hidup sentosa.”
Presiden Lai Ching-te juga mengemukakan, siswa yang berasal dari bidang yang berlainan, memiliki tanggung jawab untuk menjalani misi tugas ini, akan tetapi di mana ada kekuasaan, kerap kali juga ada bujuk rayuan, baik saat menghadapi permasalahan, tantangan atau ancaman maupun godaan apapun, jangan sampai melupakan niat awal, bersikeras pada konsep yang dipegang.
Biro Investigasi berada di garda paling depan, bertanggung jawab untuk melindungi keamanan nasional, memberantas kejahatan besar. Beberapa tahun terakhir dalam menanggapi situasi politik dalam dan luar negeri, selain biro investigasi harus semakin melaksanakan koordinasi publik-swasta secara nyata, memberantas kejahatan, menjaga stabilitas tatanan finansial nasional, menerapkan pemerintahan yang bersih dan anti-korupsi, dan perlu melawan infiltrasi dan sabotase dari Daratan Tiongkok, menyelidiki rahasia keamanan nasional dan membantu melengkapi jaringan perlindungan keamanan informasi nasional.
Upacara kelulusan ke-61, diantaranya ada 15 orang yang menyandang gelar magister, 30 orang lolos ujian pengacara atau ujian masuk perguruan tinggi, ujian khusus, serta berkualifikasi profesional pada berbagai bidang seperti hukum, keuangan, informasi, elektronik, pemeliharaan, kimia, dan kedokteran serta banyak yang menguasai bahasa ke-2, mereka inilah yang akan menjadi pasukan kekuatan siap tempur keamanan nasional yang tidak boleh terabaikan.