(Taiwan, ROC) -- Indeks bursa saham Taiwan (Taiwan Stock Exchange Capitalization Weighted Stock Index - TAIEX) menunjukkan penguatan yang cukup signifikan pada penjualan Senin kemarin (6/1). Penguatan tersebut masih berlanjut hingga perdagangan pada Selasa hari ini (7/1), dengan lonjakan mencapai 277,01 poin pada awal perdagangan.
Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) kembali mencatatkan rekor baru, dengan harga per saham mencapai angka NT$1.160 pada Selasa pagi, dengan nilai pasar yang menembus ambang batas NT$30 triliun. Keberhasilan TSMC juga menyumbang 282 poin terhadap keseluruhan indeks TAIEX. Selain itu, nilai tukar NT$ terhadap US$ juga menguat, dengan level tertinggi mencapai NT$37,724, naik 0,138 poin.
Pada penjualan Senin kemarin (6/1), TAIEX mencatat kenaikan signifikan sebanyak 639 poin, didukung oleh pembelian kembali para investor asing di pasar berjangka. Ditambah dengan dimulainya pameran elektronik konsumen terbesar CES, yang kemudian memicu antusiasme di sektor teknologi. Pasar saham Taiwan kembali dibuka menguat 227,01 poin pada Selasa hari ini (7/1), mencapai 23.824 poin, dengan level tertinggi yang sempat menyentuh 23.943 poin.
TSMC, yang kemarin melonjak 50 poin ke rekor NT$1.125, kembali menciptakan harga tertinggi baru di sesi penjualan pada Selasa pagi ini hingga NT$1.160. Ini juga menjadi pertanda bagi TSMC untuk mengawali perjalanan positif pada awal Januari. Analis investasi dan sekuritas dari perusahaan Forwin Stock di Taiwan, Gung Hung-bin (龔鴻彬), mengindikasikan ada dua faktor penting untuk TSMC di masa mendatang.
Pertama, pada pertemuan investor TSMC tanggal 16 Januari 2025, jika belanja modal perusahaan melebihi NT$38 miliar, maka bursa TAIEX akan memiliki momentum untuk mencapai level tertinggi sebelumnya di angka 24.416 poin. Namun sebaliknya, jika belanja modal tetap sama dengan tahun lalu atau tidak menunjukkan pertumbuhan signifikan, maka pasar Taiwan mungkin mengalami tekanan jual karena kekecewaan.
Selain itu, ada variabel penting lainnya di bulan Januari, yaitu pelantikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada tanggal 20 Januari 2025. Gung Hung-bin mengatakan, "Variabel besar lainnya adalah pelantikan Trump pada 20 Januari 2025. Saya memperkirakan setelah pelantikan, perang dagang antara Tiongkok dengan AS akan terus memanas. Mengenai efek pengalihan pesanan, baik dalam bidang silicon photonics yang sebelumnya dibahas maupun sektor drone, saya pikir kedua sektor industri ini akan menjadi fokus perhatian yang berkelanjutan ke depannya."
Di pasar valuta asing, setelah mengalami pelemahan selama 3 hari berturut-turut, nilai tukar NT$ terhadap US$ akhirnya berhenti melemah pada tanggal Senin kemarin (6/1). Pada Selasa hari ini (7/1), nilai tukar NT$ terhadap US$ dibuka pada level 32,81.