(Taiwan, ROC) - Setelah Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden, Amerika Serikat diperkirakan akan terus mendukung Ukraina untuk melawan Rusia guna memastikan kepemimpinan dan kekuatan suara AS di Eropa; sementara dalam kebijakan Tiongkok, sikap Trump diperkirakan tidak akan jauh berlainan dari masa jabatan pertamanya.
Demikian ditegaskan oleh mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo melalui pidato yang disampaikan dalam sebuah forum yang digelar oleh Formosa Republican Association (FRA) di Taipei pada hari Senin.
Pompeo mengatakan, “Kembali ke strategi nasional pada masa jabatan pertama administrasi Donald Trump, kami awalnya menganggap Tiongkok sebagai kompetitor, tapi kemudian menentukan Tiongkok sebagai ancaman potensial langsung, bukan 25 tahun kemudian, bukan lima tahun kemudian. Menurut saya, Trump akan berpegang pada pendirian yang sama pada masa jabatan keduanya, dan saya tahu anggota administrasi Trump juga memiliki pandangan yang sama.”
Pompeo mencontohkan, upaya Trump memerangi masalah narkoba dalam negeri di Amerika Serikat juga didasarkan pada ancaman dari Tiongkok.
Menurutnya, Trump selama masa jabatan pertamanya telah mengembangkan "model pencegahan" terhadap musuh, di mana Taiwan adalah kunci dari keefektifannya, maka ia tidak menyetujui apa yang dimaksud dengan“teori mencurigai AS” dan menekankan bahwa komitmen Amerika Serikat terhadap Taiwan yang didasarkan pada nilai-nilai bersama tidak akan pernah goyah.