(Taiwan, ROC) --- Massa hawa dingin datang berturut-turut. Mantan Kepala Ditjen Klimatologi Sentral (CWA), Cheng Ming-dean (鄭明典) memperkirakan ada kemungkinan Osilasi Arktik negatif (di bawah -4C) pada pertengahan Januari yang akan berdampak pada cuaca di Taiwan, sehingga perlu untuk terus dipantau.
Berita ini kemudian menimbulkan kekhawatiran di kalangan netizen, dengan beberapa dari mereka bertanya perihal kemungkinan terulangnya kembali "gelombang dingin super ekstrem" yang sempat melanda pada tahun 2016.
Osilasi Arktik (AO) merupakan fenomena iklim yang berperan penting sebagai parameter untuk memahami pola cuaca, khususnya terkait suhu. Fenomena ini menggambarkan pola variasi tekanan udara antara wilayah Arktik dan lintang menengah (sekitar 45°N), yang menunjukkan bagaimana massa udara bergerak antara wilayah kutub dengan lintang yang lebih rendah.
Sebagai parameter suhu, Osilasi Arktik membantu dalam memprediksi pola cuaca musim dingin dan mengindikasikan kemungkinan terjadinya gelombang dingin. Indeks AO diukur dalam skala positif dan negatif, di mana nilai di bawah -4C menunjukkan kondisi AO yang sangat negatif. Semakin negatif nilainya, semakin besar potensi masuknya udara dingin ke wilayah lintang yang lebih rendah.

Indeks AO diukur dalam skala positif dan negatif, di mana nilai di bawah -4C menunjukkan kondisi AO yang sangat negatif. Semakin negatif nilainya, semakin besar potensi masuknya udara dingin ke wilayah lintang yang lebih rendah. 圖/YAHOOTAIWAN
Melalui akun di media sosial Facebook, Cheng Ming-dean memposting grafik prakiraan yang menunjukkan analisis dari Indeks Osilasi Arktik. Dia menunjukkan bahwa ada kemungkinan Osilasi Arktik negatif (di bawah -4C), yang akan berdampak pada Taiwan, dengan perkiraan terjadi pada pertengahan Januari.
Setelah postingan tersebut dipublikasikan, netizen mulai berdiskusi, dan mayoritas dari mereka menuliskan tentang "gelombang dingin super ekstrem" yang sempat melanda Taiwan pada tahun 2016.
Mengilas balik tahun 2016, yang mana di kala tersebut tepatnya pada pertengahan hingga akhir Januari 2016, Osilasi Arktik negatif yang tiba-tiba menyebabkan suhu ekstrem melanda kawasan lintang menengah hingga tinggi Asia Timur. Bahkan salju juga sempat turun di banyak kawasan dataran rendah Taiwan kala itu.
Apakah situasi tahun 2025 ini akan sama dengan 2016? Menanggapi pertanyaan tersebut, Cheng Ming-dean menjawab hal ini masih memerlukan pengamatan ekstra lebih lanjut. Mengingat dalam kondisi normal, Taiwan terletak di antara zona subtropis dan tropis, sehingga angin dingin Arktik biasanya akan kehilangan banyak kekuatannya ketika hendak mencapai Taiwan.

Situasi "gelombang dingin super ekstrem" yang sempat melanda Taiwan pada tahun 2016. Kawasan dengan ketinggian yang tidak terlampau tinggi di Kota Taipei juga sempat turun salju di kala tersebut. 圖: 自由時報