(Taiwan, ROC) -- Kebijakan baru tarif biaya karbon di Taiwan akan diberlakukan mulai 1 Januari tahun depan, menandai era baru dalam penetapan harga karbon. Menteri Lingkungan Hidup (MOENV) Taiwan Peng Chi-ming (彭啓明) mengungkapkan bahwa langkah berikutnya adalah menuju sistem perdagangan emisi berbasis kuota total, yang diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengurangan emisi karbon sekaligus mendorong investasi keuangan.
Saat ini, MOENV tengah mendiskusikan skema pendukung keuangan dalam rapat antar kementerian, termasuk mempertimbangkan penerbitan obligasi hijau yang meniru model Jepang. Kebijakan baru tarif biaya karbon di Taiwan akan diberlakukan mulai 1 Januari tahun depan, dengan objek yang dikenakan biaya meliputi industri listrik, manufaktur, dan pemasok gas yang menghasilkan emisi gas rumah kaca tahunan melebihi 25.000 ton. Tarif tersebut menargetkan sekitar 500 pabrik, termasuk 281 perusahaan. Emisi dari 500 pabrik ini menyumbang sekitar 54% dari total emisi nasional.
Pihak yang dikenai tarif biaya karbon dapat mengurangi emisi hingga batas bebas pajak 25.000 ton. Biaya tarif umum adalah NT$300 per ton. Namun, perusahaan yang mengajukan rencana pengurangan emisi secara mandiri dapat menikmati tarif diskon. Tarif Diskon A sebesar NT$50 per ton, dan Tarif Diskon B sebesar NT$100 per ton. Bisnis yang memiliki risiko kebocoran karbon juga dapat mengajukan pengurangan biaya. Perusahaan akan melakukan uji coba pelaporan tanpa membayar pada 2025, sementara pembayaran resmi untuk emisi tahun ini mulai diberlakukan pada tahun berikutnya.
Peng Chi-ming menunjukkan bahwa MOENV telah merencanakan tiga dana utama untuk mendorong pertumbuhan hijau, termasuk bekerja sama dengan Komisi Pengawas Keuangan (FSC) dan Kementerian Ekonomi untuk menarik investasi dari industri asuransi dan keuangan. Ke depannya, mereka berharap dapat mengembangkan dana karbon dari pungutan karbon yang dikumpulkan untuk memperbesar dampak dari pungutan tersebut. Ia menekankan bahwa setelah kuota emisi diterapkan, manfaat pengurangan emisi akan lebih besar. Namun, pemahaman masyarakat Taiwan tentang inovasi di bidang keuangan hijau masih kurang, sehingga pemerintah perlu berupaya lebih keras untuk mendorong perkembangan di bidang ini.