(Taiwan, ROC) --- Sebuah pesawat Jeju Air yang terbang dari Thailand mengalami insiden nahas pada Minggu pagi kemarin (29/12), disebabkan kegagalan pendaratan.
Diketahui bahwa jenis pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut adalah Boeing 737-800. Otoritas Penerbangan Sipil di Taiwan (CAA) menyatakan bahwa di antara maskapai penerbangan domestik, hanya China Airlines yang memiliki 10 pesawat dengan tipe tersebut (Boeing 737-800).
CAA meminta pihak maskapai penerbangan di Taiwan untuk meninjau frekuensi, item pengujian, dan catatan pemeriksaan sistem terkait.
Menurut laporan dari beberapa media menyampaikan bahwa pesawat yang mengalami kecelakaan tersebut memiliki usia 15 tahun. Ada sekitar 200 maskapai penerbangan di seluruh dunia yang mengoperasikan pesawat Boeing 737-800. Atau dengan kata lain, ada sekitar 4.400 unit pesawat Boeing 737-800 yang melayani penerbangan para penumpang dunia.
Dalam 20 tahun terakhir, telah terjadi setidaknya 12 kecelakaan fatal yang menimpa pesawat Boeing 737-800, termasuk Turkish Airlines pada tahun 2009, Air India Express pada tahun 2010, dan FlyDubai pada tahun 2016 yang juga mengalami kecelakaan selama proses pendaratan.
China Airlines juga memiliki catatan kecelakaan dengan Boeing 737-800, tetapi untungnya tidak ada korban jiwa.
Kejadian tersebut termasuk kebakaran dan ledakan pada sayap setelah mendarat di Okinawa, Jepang, pada tahun 2007, untungnya semua penumpang baru saja turun dari pesawat dan hanya 4 orang yang terluka. Di samping itu, masih ada insiden pecah ban setelah mendarat di Bandara Kaohsiung pada tahun 2018, tanpa ada korban jiwa.
CAA juga menjelaskan bahwa saat ini hanya China Airlines yang memiliki 10 pesawat 737-800 di dalam negeri dengan rata-rata usia 9,2 tahun. Pada awal pekan ini, CAA telah meminta seluruh operator maskapai penerbangan di Taiwan untuk meninjau frekuensi pemeriksaan sistem roda pendarat pesawat Boeing 737-800, item pengujian, dan catatannya.
Pada saat yang sama, CAA juga meminta pihak maskapai untuk memastikan bahwa semua armada pesawat, jika menghadapi situasi darurat, harus mengikuti SOP, menjaga komunikasi dengan unit kontrol di darat, dan mencari bantuan.