History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pengadilan Menaikkan Jaminan untuk Ketua TPP Ko Wen-je dalam Kasus Korupsi, Memerintahkannya untuk Mengenakan Borgol Elektronik

  • 30 December, 2024
  • 陳志勇
Pengadilan Menaikkan Jaminan untuk Ketua TPP Ko Wen-je dalam Kasus Korupsi, Memerintahkannya untuk Mengenakan Borgol Elektronik
Ketua Partai Rakyat Taiwan (TPP) Ko Wen-je (柯文哲) (tengah) tiba di kantor Pengadilan Distrik Taipei pada hari Minggu sore.

(Taiwan, ROC) - Ketua Partai Rakyat Taiwan (TPP) Ko Wen-je (柯文哲) yang didakwa atas tuduhan korupsi pada hari Kamis lalu, diizinkan untuk tetap bebas dengan jaminan setelah Pengadilan Distrik Taipei menolak tuntutan pihak kejaksaan untuk mencabut jaminannya tetapi menaikkan jumlah jaminan lebih dari dua kali lipat.

Usai sidang penahanan yang berlangsung dari hari Minggu pukul 15.00 hingga tengah malam, Pengadilan Distrik Taipei meningkatkan jaminan Ko menjadi NT$70 juta dari semulanya NT$30 juta, dan memerintahkannya untuk mengenakan borgol elektronik selama pembebasannya.

Pihak pengadilan juga meminta Ko membayar jaminan sebelum hari Senin pukul 17.00, kalau tidak ia akan kembali ditahan.

Dalam putusannya, Hakim Chiang Chun-yen (江俊彥) mencatat bahwa jaksa penuntut yakin Ko dan tersangka lainnya berpotensi memengaruhi saksi atau terdakwa lain dan mungkin berupaya berkolusi satu sama lain jika dibebaskan.

Namun, Chiang berpendapat bahwa jika alasan ini diterapkan secara luas, semua pejabat tinggi atau eksekutif dalam kasus serupa perlu ditahan. Oleh karena itu, jelas Chiang, pengadilan memutuskan bahwa penahanan tidak diperlukan selama para terdakwa menghindari kontak dengan saksi dan terdakwa lain.

Putusan itu diambil beberapa jam setelah Pengadilan Tinggi Taiwan mencabut putusan hari Jumat oleh pengadilan yang lebih rendah, yang telah membebaskan Ko dengan jaminan NT$30 juta sambil melarangnya mengubah tempat tinggalnya atau bepergian ke luar negeri.

Putusan pengadilan tinggi pada Minggu pagi dibuat setelah jaksa penuntut mengajukan banding atas putusan jaminan pengadilan yang lebih rendah, dengan mengklaim bahwa Ko dan yang lainnya dapat berupaya menghindari atau menggagalkan keadilan jika diizinkan tinggal di rumah sebelum persidangan dimulai. 

Berpihak pada jaksa, pengadilan tinggi mengatakan bahwa pengadilan distrik tidak menjelaskan secara memadai bagaimana setelah diberikan jaminan para tersangka dapat dicegah melarikan diri.

Dalam putusan terbarunya Minggu malam, pengadilan distrik juga meningkatkan jumlah jaminan untuk tiga tersangka lainnya: taipan real estat Sheen Ching-jing (沈慶京), mantan kepala kantor wali kota Ko, Lee Wen-tsung (李文宗), dan Anggota Dewan Kota Taipei Ying Hsiao-wei (應曉薇).

Jumlah jaminan mereka masing-masing dinaikkan dari NT$40 juta, NT$10 juta, dan NT$15 juta menjadi NT$100 juta, NT$20 juta, dan NT$30 juta. Seperti Ko, ketiganya diperintahkan untuk mengenakan borgol elektronik. 

Pihak kejaksaan sedang menyelidiki dugaan aktivitas kriminal yang terjadi selama masa jabatan kedua Ko sebagai wali kota Taipei pada tahun 2018-2022 dan sekitar waktu pemilihan presiden Taiwan tahun 2024, saat Ko menjadi kandidat presiden untuk TPP. 

Pihak kejaksaan mendakwa Ko dan 10 tersangka lainnya pada hari Kamis, dan menuntut hukuman 28,5 tahun bagi mantan wali kota Taipei tersebut atas dugaan penyuapan, penggelapan, dan pelanggaran kepercayaan. Jaksa menuduh Ko menerima suap terkait dengan pengembangan real estat dan menggelapkan sumbangan politik untuk TPP.

Penyelidikan antikorupsi ini telah mengguncang panggung politik Taiwan, dengan pendukung dan politisi TPP mengklaim bahwa pemimpin mereka telah "dianiaya secara politik" oleh pihak kejaksaan atas perintah Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa.

Menanggapi putusan terbaru pengadilan distrik pada hari Minggu, TPP menekankan bahwa Ko tidak memiliki motif untuk melarikan diri dan bahwa jumlah jaminan yang besar hanya menambah beban keuangannya. 

TPP juga menuduh kejaksaan melanggar hak asasi manusia, membuat tuduhan palsu, dan melakukan "investigasi bermotif politik." TPP berpendapat bahwa jaksa tidak hanya ingin memenjarakan Ko, tetapi juga melemahkan "kekuatan ketiga" dalam politik Taiwan dan menghilangkan oposisi politik.

Komentar

Terbarumore