(Taiwan, ROC) Rti --- Insiden nahas yang menimpa maskapai penerbangan Jeju Air pada Minggu kemarin (29/12), tentu sangat disesalkan oleh banyak pihak. Pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 2216, yang mengangkut 175 penumpang dan 6 awak pesawat, mengalami kecelakaan saat mencoba mendarat di Bandara Internasional Muan, Provinsi Jeolla Selatan.
Pesawat tersebut keluar dari landasan pacu, menabrak dinding pembatas, dan terbakar setelah meledak. Hingga berita ini diwartakan, dilaporkan ada setidaknya 179 penumpang tewas dan 2 selamat.
Menurut pemantauan dari Warganet Taiwan, ternyata pesawat bersangkutan baru saja melakukan penerbangan ke Taiwan pada sehari sebelum kejadian, yakni Sabtu (28/12).
Nomor penerbangan 2216 menggunakan pesawat tipe Boeing 737-800 yang sedang dalam penerbangan kembali dari Bangkok ke Korea Selatan. Diduga pesawat mengalami bird strike saat mendarat, yang mengakibatkan pendaratan darurat dengan bagian perut pesawat. Dalam kecepatan tinggi, pesawat menabrak pagar pembatas dan terbakar setelah meledak.

Menurut pemantauan dari Warganet Taiwan, ternyata pesawat bersangkutan baru saja melakukan penerbangan ke Taiwan pada sehari sebelum kejadian, yakni Sabtu (28/12). 圖: FLIGHTRADAR24
Lebih lanjut, berdasarkan data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24, pesawat yang sama, baru saja menyelesaikan penerbangan dari Bandara Internasional Taoyuan ke Bandara Internasional Muan pada Sabtu, 28 Desember 2024. Penerbangan tersebut lepas landas pukul 16:45 dan mendarat dengan selamat pada pukul 19:54 waktu setempat, dengan durasi penerbangan 1 jam 35 menit.
Tragisnya, hanya sehari kemudian pesawat yang sama mengalami kecelakaan fatal ini.