(Taiwan, ROC) —- Pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216 yang dijadwalkan mendarat di Bandara Muan, Korea Selatan, pada Minggu pagi (29/12), mengalami insiden fatal saat mendarat.
Dari pemberitaan yang ada, insiden pesawat Jeju Air menewaskan setidaknya 151 penumpang.
Selain Jeju Air di Korea Selatan, pesawat KLM Royal Dutch Airlines yang berangkat dari Oslo, Norwegia pada Sabtu malam waktu setempat (28/12), tiba-tiba harus dialihkan ke Bandara Sannafijord dan tergelincir keluar landasan pacu saat mendarat, tetapi beruntung tidak ada korban jiwa.
Di belahan bumi lainnya, yakni Kanada, juga terjadi insiden pesawat penumpang yang tergelincir keluar landasan pacu dan terbakar saat mendarat pada Sabtu malam waktu setempat (28/12).

圖:CNA
Menurut laporan 'aviationa2z', penerbangan KLM KL1204 dengan pesawat Boeing 737-800 yang berangkat dari Oslo, Norwegia, awalnya menuju Amsterdam, Belanda, tetapi kemudian dialihkan ke Bandara Sannafijord di Norwegia.
Pesawat kehilangan kendali saat mendarat dan tergelincir keluar landasan pacu, akhirnya berhenti di area rerumputan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, dan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Di lain pihak, menurut laporan media CBC, sebuah pesawat Air Canada yang terbang dari Saint John menuju Bandara Halifax juga mengalami masalah saat mendarat. Badan pesawat miring sekitar 20 derajat dan meluncur di sepanjang landasan sebelum akhirnya terbakar. Beruntung, kru pesawat berhasil melakukan evakuasi tepat waktu dan menyelesaikan evakuasi dalam waktu 2 menit tanpa ada korban jiwa. Penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan.
Pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216 yang juga merupakan pesawat tipe Boeing 737-800 mengalami kecelakaan fatal saat mendarat di Bandara Muan. Penyebab kecelakaan diduga karena bird strike (tabrakan dengan burung) yang mengakibatkan roda pendarat depan dan belakang tidak dapat diturunkan dengan normal, menyebabkan badan pesawat bergesekan dengan permukaan landasan pacu dan akhirnya keluar dari landasan pacu, lalu menabrak pagar pembatas hingga meledak dan terbakar.
Hingga kini, otoritas berwenang Korea Selatan masih terus menggelar investigasi untuk mencari penyebab pasti dari insiden nahas tersebut.