(Taiwan, ROC) – Rapat kedua Komite Ketangguhan Pertahanan Sosial yang digelar di Istana Kepresidenan hari ini (26/12) dipimpin oleh Presiden Lai Ching-te (賴清德). Dalam rapat tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa peningkatan ketangguhan pertahanan sosial bertujuan untuk mencapai tiga target utama, yaitu "mempertahankan kelangsungan operasi pemerintahan","memastikan fungsi sosial dan kebutuhan masyarakat tetap berjalan", serta "mendukung aksi militer jika diperlukan." Komite ini merencanakan simulasi lapangan berskala kecil pada Maret tahun depan dan akan menambahkan latihan pendahuluan ke dalam Latihan Hankuang pada bulan Juni, untuk terus meningkatkan ketahanan pertahanan sosial di Taiwan.
Presiden Lai Ching-te (賴清德) memimpin rapat kedua Komite Ketangguhan Pertahanan Sosial hari ini. Dia menyimpulkan, negara-negara di seluruh dunia sedang meningkatkan ketahanan sosial, dan Taiwan harus mengambil langkah yang lebih proaktif untuk melindungi perdamaian dan stabilitas regional, serta menghadapi tantangan bersama dengan komunitas internasional.
Presiden juga menekankan bahwa untuk memperkuat ketahanan pertahanan sosial secara menyeluruh, pertama-tama harus dibangun ketahanan pertahanan di seluruh pemerintahan. Oleh karena itu, kementerian pusat lembaga pemerintah daerah harus meninggalkan pandangan sempit dan berpikir dari perspektif lintas sektor, bahkan dari perspektif seluruh pemerintah, dalam merespons keadaan darurat.
Selain itu, hubungan vertikal dan horizontal antara kementerian pusat dan pemerintah daerah juga harus diperkuat. Dia berharap agar pemerintah pusat dan daerah dapat menemukan potensi kelemahan yang mungkin ada melalui latihan ini, memperbaiki perencanaan kebijakan terkait, dan memanfaatkan kekuatan masyarakat sipil yang melimpah untuk diintegrasikan ke dalam sistem penanganan dan mitigasi bencana.
Presiden Lai juga menyebutkan bahwa simulasi kali ini telah membuktikan pentingnya mekanisme cadangan. Oleh karena itu, kementerian pusat dan lembaga lokal perlu memikirkan langkah-langkah jika mekanisme yang ada mengalami kegagalan, seperti bagaimana menerapkan rencana alternatif (Rencana B) dengan cepat dan segera memulihkan operasional.