(Taiwan, ROC) – Berdasarkan data statistik, dalam 10 tahun terakhir, lalu lintas jalan raya nasional setiap tahun meningkat sebanyak 2%, sehingga mengakibatkan kemacetan di berbagai ruas jalan pada jam sibuk. Terkait hal ini, Biro Jalan Raya dari Kementerian Transportasi Taiwan, selain mulai membangun beberapa jalan raya nasional dalam skala besar untuk jangka menengah dan jangka panjang, biro tersebut juga memperluas atau menyesuaikan lebar jalan yang ada. Untuk meringankan arus lalu lintas kawasan perkotaan dalam jangka pendek, Biro Jalan Raya juga telah menyelesaikan perbaikan di 22 ruas jalan yang mengalami kemacetan, membuat orang yang melewatinya sangat terkesan.
Untuk meningkatkan efisiensi berkendara di jalan raya nasional, Biro Jalan Raya mempromosikan pembangunan banyak jalan raya nasional, antara lain proyek pelebaran jalur nasional 1 dari Wudu hingga Xizhi, kemudian perbaikan simpang susun Taipei dan Yuanshan, proyek pelebaran jalan dari Yangmei ke Toufen, proyek pelebaran jalan dari Houli ke Daya, dan pembangunan Jalan Raya Nasional 7 yang hanya membutuhkan waktu singkat.
Oleh sebab itu, Biro Jalan Raya juga secara aktif menggunakan beberapa metode konstruksi ekonomis jangka pendek untuk memperlebar atau menyesuaikan lebar jalan yang ada guna meringankan arus lalu lintas di kawasan perkotaan. Tahun ini, sebanyak 22 ruas jalan yang mengalami kemacetan telah diperbaiki.
Wakil Kepala Biro Jalan Raya, Peng Huan-ju (彭煥儒) menjawab pertanyaan media terkait apakah amandemen Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan berdampak pada pembangunan jalan raya nasional, menyampaikan bahwa hal tersebut akan mempengaruhi anggaran pelayanan publik, tapi dana pembangunan jalan raya nasional berasal dari dana jalan raya nasional yang berasal dari biaya tol para pengguna jalan, sehingga tidak akan terpengaruh.