(Taiwan, ROC) Masa 10 tahun yang lalu, pesawat MH370 Malaysia Airlines hilang, semula pihak otoriotas Malaysia menyetujui untuk mengaktifkan pencarian kembali, Perdana Menteri Anwar Ibrahim beberapa hari yang lalu menegaskan, mendapat hasil pencarian telah lama ditunggu, pemerintah Malaysia akan sepenuhnya bekerja sama.
Pesawat penumpang Boeing 777, MH370 membawa 227 penumpang dan 12 awak, dengan penjadwalan terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia menuju ke Beijing Daratan Tiongkok pada tanggal 8 Maret 2014, akan tetapi di tengah perjalanan mengubah rute penerbangan kemudian menghilang secara misterius.
The New Straits Times dan media lain memberitakan bahwa insiden MH370 masih menjadi salah satu misteri terbesar dalam sejarah penerbangan, dan terdapat berbagai teori dan spekulasi mengenai insiden tersebut.
PM Anwar Ibrahim kemarin sore dalam sosial media Facebook memposting, pada masa lebih dari 10 tahun yang lalu, pesawat MH370 hilang dari pelacakan radar, hingga ini masih tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Ia mengemukakan, insiden ini tidak hanya merugikan korban dan pihak keluarga, akan tetapi masyarakat awam pun berhak mengetahui jawaban atas keraguan ini. Jika pencarian berhasil, mendapatkan hasil yang telah lama ditunggu-tunggu, maka pemerintah Malaysia sepenuhnya akan bersikap koorperatif.
Menteri Perhubungan Anthony Loke Siew Fook mengklarifikasikan bahwa pada prinsipnya,
otoritas Malaysia mendapat pengajuan dari perusahaan eksplorasi dasar laut AS Infinite Ocean pada tanggal 13 Desember, yang menyetujui untuk melakukan pencarian pesawat MH370.
Media Malaysia memberitakan, pencarian terfokus pada area baru sekitar 15.000 kilometer persegi di selatan Samudera Hindia, jika tidak ditemukan puing-puing pesawat, pemerintah tidak akan membayar biaya apa pun. Perusahaan eksplorasi dasar laut AS "Infinite Ocean" sebelumnya pernah melakukan misi pencarian pesawat MH370 pada tahun 2018.