(Taiwan, ROC) — Koordinator Fraksi Partai DPP (Partai Progresif Demokratik) di Yuan Legislatif, Ker Chien-ming (柯建銘), menjadi korban video deepfake dan telah mengajukan pengaduan ke Kejaksaan Distrik Taipei pada Senin kemarin (23/12).
Anggota legislator dari Partai DPP, Lin Tai-hua (林岱樺), mengajukan amandemen Undang-Undang Anti-Infiltrasi, menuntut TikTok harus mengikuti persyaratan seperti di negara-negara Barat untuk mematuhi pengawasan lokal sesuai instruksi pemerintah Taiwan, atau jika tidak, maka akan menghadapi pemblokiran sesuai hukum.
Untuk mengatur platform internet seperti TikTok, Lin Tai-hua, akan mengusulkan penambahan Pasal 8-1 dalam Undang-Undang Anti-Infiltrasi. Badan hukum, organisasi, atau lembaga lain yang merupakan operator platform internet dan belum mendirikan cabang atau kantor perwakilan di Taiwan, jika dianggap berpotensi membahayakan keamanan nasional dan stabilitas sosial oleh otoritas yang berwenang, maka dapat diminta untuk mendirikan cabang atau kantor perwakilan dalam batas waktu tertentu, serta menempatkan database mereka di Taiwan.
Jika tidak mendirikannya dalam batas waktu yang telah ditentukan, maka Kementerian Pengembangan Digital (MODA) dapat meminta lembaga keamanan nasional, Kementerian Perhubungan, dan unit terkait lainnya untuk meninjau dan memerintahkan penyedia layanan akses internet untuk menghentikan resolusi atau membatasi akses.
Dalam penjelasan RUU, Lin Tai-hua menyatakan bahwa Douyin dan versi internasionalnya TikTok, telah lama menggunakan algoritma dan mekanisme operasi yang berpotensi membahayakan keamanan nasional, serta melanggar privasi individu, dan politik demokratis.
Jika otoritas yang berwenang menentukan bahwa platform digital seperti TikTok berpotensi membahayakan keamanan nasional, stabilitas sosial, atau sistem demokratis, maka mereka harus bekerja sama dengan instruksi pemerintah untuk menempatkan badan operasional dan database mereka di Taiwan, serta dimasukkan ke dalam sistem pengawasan keamanan informasi dan ruang lingkup investigasi hukum.
Lin Tai-hua menyatakan bahwa pihak-pihak tertentu menggunakan aplikasi Douyin untuk membuat video yang menyerang Taiwan, mencuci otak anggota legislator dari kubu Partai KMT (Kuomintang), Hsieh Long Jie (謝龍介), atau memalsukan pernyataan anggota legislatif seperti Ker Chien-ming dan Wang Yi-chuan (王義川) dalam upaya memanipulasi politik dalam negeri Taiwan.
Dia telah mengajukan amandemen Undang-Undang Anti-Infiltrasi, menuntut platform digital untuk mematuhi pengawasan lokal, atau jika tidak, maka akan menghadapi pemblokiran.