(Taiwan, ROC) --- Kasus klaster infeksi campak di sebuah rumah sakit di wilayah sentral Taiwan kembali meluas. Pada Rabu hari ini (25/12), Taiwan CDC (Centers for Disease Control) mengumumkan 7 kasus baru yang terkonfirmasi, menjadikan total kasus dalam klaster ini mencapai 12 orang.
Otoritas kesehatan telah mengidentifikasi 1.014 orang kontak yang diminta melakukan pemantauan kesehatan mandiri selama 18 hari. Ini merupakan kasus klaster campak terbesar tahun ini, dan CDC akan terus memantau hingga tanggal 8 Januari 2025.
Sebelumnya, Taiwan mengalami kejadian klaster infeksi campak yang dipicu oleh seorang kasus impor dari Vietnam yang menyebabkan 3 orang terinfeksi di rumah sakit, ditambah 1 penumpang dalam penerbangan yang sama juga terinfeksi.
CDC telah mengidentifikasi 152 kontak untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri, melakukan pengujian terhadap mereka yang memperlihatkan gejala, dan menyarankan rumah sakit untuk memperkuat langkah-langkah pengendalian infeksi terkait.
Pada Rabu hari ini (25/12), CDC mengumumkan 7 kasus baru yang terkonfirmasi, semuanya terkait dengan klaster yang sama, termasuk 3 perawat rumah sakit, 1 dokter, 1 petugas kebersihan lingkungan, 1 anggota keluarga pendamping pasien yang merupakan kontak kasus, dan 1 staf bagian pemeliharaan.
Ketujuh kasus ini mulai menunjukkan gejala antara tanggal 14 Desember hingga 19 Desember 2024, dan mengalami ruam antara 17 Desember hingga 21 Desember2024. Hingga saat ini, total kasus dalam klaster ini mencapai 12 orang, dengan 1.014 kontak yang diidentifikasi, dan semuanya diminta melakukan pemantauan kesehatan mandiri selama 18 hari.
Klaster ini akan dipantau hingga 8 Januari 2025. Juru bicara CDC, Tseng Shu-hui (曾淑慧), mengatakan, "Karena adanya fenomena kontak yang terus menunjukkan gejala, kami melakukan beberapa pengujian, dan hasilnya positif. Jadi saat ini total kasus dalam klaster mencapai 12. Kami akan terus memantau hingga 8 Januari 2025."
Menanggapi kejadian klaster campak di rumah sakit ini, Tseng Shu-hui menjelaskan bahwa pihak rumah sakit telah mengadakan rapat tanggap darurat pada 19 Desember 2024 dan memulai program vaksinasi MMR untuk seluruh staf rumah sakit termasuk karyawan outsourcing dan staf toko serba ada.
Setelah evaluasi, sebanyak 1.149 orang yang membutuhkan vaksin MMR telah menyelesaikan vaksinasi. CDC dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) akan terus mengawasi implementasi langkah-langkah pengendalian infeksi dan pemantauan kesehatan kontak oleh rumah sakit.
Menurut statistik CDC, hingga tanggal 23 Desember 2024, Taiwan telah mencatat total 26 kasus campak, termasuk 17 kasus infeksi lokal dan 9 kasus impor. Usia penderita berkisar antara 20 hingga 50 tahun-an. Baik jumlah kasus lokal maupun impor, merupakan yang tertinggi dalam 5 tahun belakangan untuk periode yang sama.
Selain itu, tahun ini telah terjadi 5 kejadian klaster campak, dengan 4 klaster pertama melibatkan 2 hingga 3 orang, sementara klaster rumah sakit terbaru ini merupakan yang terbesar dengan 12 orang terinfeksi.
CDC kembali mengingatkan bahwa campak adalah penyakit yang sangat menular, di mana 1 orang dapat menularkan ke 20 orang, dengan masa inkubasi mencapai 18 hari. Penyakit ini dapat menular 4 hari sebelum dan sesudah munculnya ruam.
Oleh karena itu, mereka mengimbau orang-orang yang teridentifikasi sebagai kontak untuk menghindari kontak dengan bayi, anak kecil, dan ibu hamil selama periode pemantauan kesehatan mandiri, mengenakan masker saat berada di tempat umum, dan jika mengalami gejala seperti demam, pilek, batuk, ruam, atau konjungtivitis, harus memberitahu otoritas kesehatan untuk bantuan medis dan menghindari mencari pengobatan sendiri.