History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tengah Hangat Diperbincangkan! Menerima Pelecehan Seksual dan Tidak Tahan Tekanan, Karyawan Wanita Berusia 17 Tahun McDonald's Bundir, Jaksa Usut Tuntas

  • 25 December, 2024
  • 尤繼富
Tengah Hangat Diperbincangkan! Menerima Pelecehan Seksual dan Tidak Tahan Tekanan, Karyawan Wanita Berusia 17 Tahun McDonald's Bundir, Jaksa Usut Tuntas
Tengah Hangat Diperbincangkan! Menerima Pelecehan Seksual dan Tidak Tahan Tekanan, Karyawan Wanita Berusia 17 Tahun McDonald's Bundir, Jaksa Usut Tuntas 圖/民視新聞

(Taiwan, ROC) --- Berita seorang pekerja muda perempuan berusia 17 tahun di McDonald's yang bunuh diri diduga setelah menerima tindakan pelecehan seksual dari supervisornya, terus memanas di Taiwan.

Melalui akun di media sosial, sang ibunda mencoba mengisahkan apa yang sebenarnya menimpa sang buah hati, yang masih berusia sangat belia.

Putrinya yang baru genap berusia 17 tahun tersebut bekerja di McDonald's, yang kemudian diduga mengalami pelecehan seksual oleh supervisornya. Dengan menggunakan kekuasaannya, sang supervisor mencoba memberikan pengaturan jadwal kerja yang tidak masuk akal, yang kemudian membuat sang korban mengundurkan diri.

Setelah mengundurkan diri, putrinya menderita depresi karena tekanan dan akhirnya mengakhiri hidupnya. Jaksa juga telah merespons perkembangan kasus tersebut pada awal pekan ini.

Melalui platform Threads, ibu korban mengungkapkan bahwa putrinya mengalami pelecehan seksual oleh supervisor yang menggunakan kekuasaan pengaturan jadwal kerja di McDonald's. Putrinya terpaksa menahan diri karena membutuhkan pekerjaan tersebut, yang mengakibatkan tekanan psikologis jangka panjang dan depresi, sehingga hanya bisa diam-diam mencari bantuan medis.

Setelah mengundurkan diri, putrinya melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan mengajukan keluhan ke McDonald's.

Akhirnya sang supervisor tersebut dipecat pada Mei 2024, tetapi putrinya akhirnya memilih untuk mengakhiri hidupnya karena beratnya tekanan yang dialami.

"Putri saya tidak sempat melihat keadilan dari jaksa dan pihak McDonald's, dan sekarang menjadi jenazah yang dingin. Bagaimana saya bisa menerima kondisi semua ini? Bisakah hukum memberikan keadilan? Bisakah menghidupkan kembali putri saya?" tulis sang ibunda.

Menanggapi kasus ini, McDonald's mengeluarkan pernyataan penyesalan mendalam atas meninggalnya mantan karyawan tersebut dan menyampaikan belasungkawa serta simpati terdalam kepada keluarga.

Setelah menerima pengaduan pada Maret tahun ini, mereka segera membentuk tim investigasi yang terdiri dari ahli eksternal dan departemen hukum sesuai dengan Undang-Undang Kesetaraan Gender dalam Pekerjaan.

Setelah mengkonfirmasi kebenaran pengaduan tersebut, berdasarkan kebijakan zero tolerance terhadap pelecehan di tempat kerja, mereka segera memecat pelaku pada bulan Mei. Mereka menekankan akan sepenuhnya bekerja sama dengan penegak hukum dalam investigasi.

Menurut laporan media ETtoday, gadis tersebut melaporkan kasusnya ke Unit Perlindungan Wanita dan Anak pada Maret tahun ini. Kasus tersebut ditangani dan diselidiki oleh Kantor Polisi Distrik Shilin, dan diserahkan ke Kejaksaan Distrik Shilin untuk penyelidikan lebih lanjut pada bulan Mei.

Gadis tersebut mengakhiri hidupnya pada Oktober tahun ini karena tidak dapat menahan tekanan, dan kasus ini masih dalam penyelidikan. Jaksa mengkonfirmasi bahwa investigasi sedang berlangsung, tetapi detail tidak dapat diungkapkan ke publik.

Komentar

Terbarumore