(Taiwan, ROC) -- Guna merealisasikan visi Presiden Lai Ching-te (賴清德) tentang “Taiwan Sehat” dan mencapai target pengurangan angka kematian standar akibat kanker sebesar sepertiga pada tahun 2030 mendatang, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) pada hari ini (24/12) mengumumkan bahwa mulai 1 Januari tahun depan (2025), program skrining kanker akan diperluas.
Pemerintah berencana menginvestasikan NT$6,8 miliar untuk melonggarkan batas usia dan sasaran skrining untuk kanker paru-paru, kanker usus besar, kanker payudara, dan kanker serviks, serta menambahkan tes Human Papillomavirus (HPV). Langkah ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendeteksi dini dan mendapatkan perawatan lebih awal.
Kanker telah menjadi penyebab utama kematian di Taiwan selama 42 tahun berturut-turut, dan pada tahun 2022 “Jam Kanker” kembali dipercepat, dengan rata-rata setiap 4 menit 2 detik terdapat satu orang yang terdiagnosis kanker. Menteri MOHW, Chiu Tai-yuan (邱泰源) pada Selasa (24/12) menggelar konferensi pers untuk mengumumkan bahwa mulai 1 Januari tahun depan, program skrining kanker gratis akan diperluas.
Pemeriksaan pap smear untuk kanker serviks, yang sebelumnya tersedia untuk wanita berusia 30 tahun ke atas setahun sekali, kini mencakup wanita berusia 25-29 tahun setiap tiga tahun sekali. Skrining mammografi untuk kanker payudara yang sebelumnya untuk wanita berusia 45-69 tahun, diperluas menjadi wanita berusia 40-74 tahun. Sementara itu, pemeriksaan darah samar pada tinja untuk kanker usus besar yang sebelumnya untuk usia 50-74 tahun, diperluas menjadi 45-74 tahun dan mencakup kelompok usia 40-44 tahun dengan riwayat keluarga.
Tomografi Terkomputasi Dosis Rendah (Lo-Dose CT) untuk individu dengan riwayat keluarga kanker paru-paru kini diperluas dengan menurunkan batas usia. Untuk pria, batas usia diturunkan dari 50-74 tahun menjadi 454-74 tahun, sedangkan untuk wanita yakni dari 45-74 tahun menjadi 40-74 tahun. Wanita yang telah berusia 40 tahun dan pria yang telah berusia 45 tahun kini memenuhi syarat.
Bagi perokok berat, batasan sebelumnya adalah untuk yang berusia 50-74 tahun dengan riwayat merokok 30 pak/tahun kini diperlonggar menjadi 20 pak/tahun, yang berarti seseorang yang merokok sebanyak satu bungkus sehari selama lebih dari 20 tahun juga memenuhi syarat. Selain itu, program ini menambahkan satu kali tes HPV pada usia 35, 45, dan 65 tahun untuk wanita.
Chiu Tai-yuan (邱泰源) mengemukakan bahwa berdasarkan data dari Ditjen Administrasi Promosi Kesehatan (HPA), program skrining lima jenis kanker telah dilakukan sebanyak 4,872 juta kali pada tahun 2023. Dari program tersebut, sekitar 11.000 kasus kanker dan 52.000 kasus pra-kanker berhasil terdeteksi, serta menyelamatkan 63.000 nyawa. Dengan langkah baru yang memperluas cakupan skrining kanker, ini akan menjadi langkah pertama dalam menyongsong pengurangan angka kematian akibat kanker.
Dirjen HPA Wu Zhao-jun (吳昭軍) menunjukkan bahwa mulai kuartal kedua tahun depan, program percontohan skrining kolonoskopi tanpa rasa sakit akan dilakukan bagi kelompok usia 40-49 tahun yang berisiko tinggi karena kanker usus besar. Pihaknya juga akan mengundang rumah sakit untuk mengajukan rencana, dan jalur hijau pun akan dirancang guna mempermudah akses.